Ziarah Katolik merupakan sebuah perjalanan rohani menuju tempat-tempat suci dengan maksud memperdalam iman, mengalami kehadiran Tuhan secara nyata, serta membuka hati untuk melakukan pertobatan pribadi. Ziarah bukan sekadar kegiatan bepergian, tetapi sebuah kesempatan berharga untuk meninggalkan rutinitas sehari-hari, menata kembali hidup rohani, serta membiarkan diri dibimbing oleh kasih dan rahmat Allah. Melalui ziarah, umat diajak memperkuat iman, memperdalam doa, dan semakin menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah peziarahan menuju Allah yang setia menyertai perjalanan umat-Nya.
Pada hari Jumat, 5 September 2025, umat Lingkungan Santa Bernadetta Temanggal I mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengadakan ziarah bersama ke Puhsarang, Kediri. Perjalanan rohani ini diikuti oleh sekitar 50 umat, baik orang dewasa maupun anak-anak, yang dengan penuh semangat dan sukacita berangkat bersama untuk menimba pengalaman iman.

Rangkaian ziarah dimulai dengan ibadat Jalan Salib yang dipimpin oleh Prodiakon Antonius Margiyo. Melalui perhentian demi perhentian, umat diajak merenungkan kembali sengsara Yesus Kristus yang penuh cinta dan pengorbanan. Setelah itu, devosi dilanjutkan dengan doa Rosarioyang dipimpin oleh Ganis, di mana umat memohon perantaraan Bunda Maria agar senantiasa dituntun dalam setiap langkah kehidupan. Sebagai puncaknya, umat diberi kesempatan untuk berdoa pribadi, menyampaikan permohonan, syukur, serta menyerahkan seluruh beban hati ke hadapan Tuhan.
Selesai ibadat bersama, suasana persaudaraan semakin hangat ketika umat berkumpul untuk istirahatdan makan siang bersama yang dilanjutkan dengan ramah tamah. Momen sederhana ini semakin mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa syukur, serta menghadirkan sukacita persaudaraan sejati dalam Kristus.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Simpang Lima Gumul, Kediri, sebuah ikon wisata yang menjadi kesempatan bagi umat untuk sejenak menikmati keindahan kota. Tidak lupa, umat juga berkesempatan untuk membeli oleh-oleh khas Kediri sebelum akhirnya kembali ke Yogyakarta dengan hati penuh sukacita.
Ziarah kali ini membawa kesan yang mendalam dan menyenangkan bagi seluruh peserta. Umat sungguh merasakan kasih Allah yang mengalir melalui doa, perenungan, dan kebersamaan. Lebih dari itu, ziarah menjadi sarana untuk menerima rahmat Tuhan, memulihkan relasi pribadi dengan-Nya, serta memperteguh iman sebagai bekal dalam perjalanan hidup sehari-hari.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



