Ignatia Gondowati selaku wakil ketua Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir memulai rangkaian pertemuan dengan ucapan selamat datang bagi 32 (tiga puluh dua) umat dan ucapan terima kasih kepada keluarga Petrus Suntoro yang telah menyediakan tempat bagi umat lingkungan untuk bersekutu dalam doa. Malam itu merupakan ibadat Rosario di hari yang ke-26, tepatnya pada hari Minggu, 26 Oktober 2025 pukul tujuh malam. Dilanjutkan dengan lagu pembuka dari Madah Bakti nomor 536, Mari Muliakan Maria.

Mengawali ibadat di malam yang tidak terlalu panas, Lambert Tallulembang yang memimpin ibadat secara khusus menyampaikan bahwa pengorbanan Kristus bagi kita hendaknya ditanggapi dengan niat untuk selalu berusaha menjadi baik dan jangan pernah lelah bertobat. ‘Jikalau kalian tidak bertobat, kalian pun akan binasa dengan cara demikian.’ Tuhan menganugerahkan waktu dan kesempatan kepada kita untuk hidup, bukan untuk disia-siakan melainkan untuk dikelola dengan bijak sehingga menghasilkan buah-buah sukacita dan damai Sejahtera bagi diri, sesama, dan alam lingkungan. Oleh karena itu, mengisinya dengan hal-hal baik menjadi tugas kita orang-orang beriman. Jika belum baik, teruslah berusaha untuk menjadi lebih baik. Gereja Katolik menyediakan sarana Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Tobat, yang sudah semestinya kita manfaatkan agar kita makin serupa dengan Putera-Nya. Kemudian umat diajak meneliti batin masing-masing dengan mendaraskan doa tobat, Saya Mengaku.

Rangkaian pendarasan doa Rosario dipandu oleh Theresia Dwi Haryani, diawali dengan doa “Bunda Maria Ratu Rosario, Engkau sudi datang ke Fatima memberitakan kepada ketiga anak gembala harta rahmat yang terkandung dalam doa Rosario. Sudilah membangkitkan dalam hatiku devosi ini, agar dengan merenungkan misteri-misteri penebusan Putera-Mu aku diperkaya dengan hasil buahnya, membawa perdamaian bagi dunia dan pertobatan bagi para pendosa, serta memperoleh anugerah khusus yang kumohon dalam doa Rosario ini. (Umat menyampaikan permohonan di dalam hati). Aku mohon semuanya itu demi kemuliaan Allah, untuk menghormati Engkau dan untuk mendapatkan keselamatan jiwa bagiku dan bagi sekalian orang. Amin.” Pembacaan kutipan Injil dalam setiap peristiwa dibacakan secara bergantian oleh anak Ave, anak Abeng, anak Nea, anak Kesya, dan anak Angel. Setelah 10 kali Salam Maria dalam setiap peristiwa, diakhiri dengan Doa Fatima, dirangkai dengan doa, “Datanglah Roh Kudus. Datanglah dengan kekuatan perantaraan Bunda Maria yang tak bernoda, mempelai-Mu yang terkasih. Bunda Maria aku mencintai-Mu, lindungilah kami. Selamatkanlah kami, selamatkanlah dunia. Pendarasan doa Rosario selesai pada pukul 20.00 WIB dan umat pun pamit pulang membawa kedamaian hati.




