Pada hari Minggu, 4 Januari 2016 pukul 18.30 WIB, telah dilaksanakan Ibadah Memule tujuh hari atas wafatnya Stefanus Suharto di Lingkungan Petrus Damianus. Ibadah tersebut dipimpin oleh Prodiakon Andri Sebastian dan dilanjutkan dengan Doa Rosario untuk arwah yang dipandu oleh Katlyn. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 umat yang terdiri dari warga Lingkungan Petrus Damianus serta keluarga, yang bersama-sama hadir untuk mendoakan almarhum dan memberikan penguatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam tradisi Gereja Katolik, peringatan tujuh hari setelah seseorang meninggal dunia memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai ungkapan iman dan pengharapan akan kebangkitan. Meskipun istilah memule lebih dikenal dalam konteks budaya Jawa, dalam kehidupan umat Katolik peringatan tersebut diwujudkan melalui doa arwah dan misa khusus. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal, menghibur dan menguatkan keluarga yang berduka, serta menjadi waktu refleksi iman tentang makna hidup, kematian, dan harapan akan kehidupan kekal.

Rangkaian ibadah ditutup dengan prosesi pemberkatan melalui percikan air suci di atas bunga tabur sebagai tanda doa dan penghormatan terakhir. Setelah seluruh rangkaian doa selesai, umat yang hadir melanjutkan kebersamaan dengan beramah tamah bersama keluarga almarhum sambil menikmati hidangan ringan yang telah disediakan. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tersebut semakin meneguhkan ikatan persaudaraan dalam Lingkungan Petrus Damianus.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Chatarina Lusi



