Dalam masa Pra Paskah, Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menyelenggarakan pertemuan perdana Aksi Puasa Pembangunan (APP) pada hari Minggu, 22 Februari 2026 pukul 18.30 WIB, bertempat di kediaman Bernadheta Sudaryani, Dusun Kersan Brintikan RT 01, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Pertemuan ini dihadiri oleh 11 umat, mengingat sejak sore hingga malam hari wilayah Brintikan diguyur hujan lebat yang cukup memengaruhi kehadiran umat. Meski demikian, suasana pertemuan tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Pertemuan dipandu oleh Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto. Sebelum memasuki materi utama, beliau menyampaikan pengantar singkat mengenai tema besar dan subtema APP dari pertemuan pertama hingga kelima. Disampaikannya, Gereja disebut “bahagia” ketika mampu memenuhi kebutuhan material, emosional, sosial, dan spiritual umatnya. Gereja menjadi “menginspirasi” apabila berani mengambil inisiatif, membangun jejaring, serta mendorong banyak orang untuk berpikir, bersikap, dan bertindak secara positif. Sementara itu, Gereja dikatakan “mensejahterakan” bila sanggup menghadirkan kondisi hidup yang memungkinkan setiap pribadi maupun kelompok berkembang secara lebih utuh menuju kesempurnaan hidupnya.

Pertemuan diawali dengan nyanyian Madah Bakti Nomor 368 “Hanya Debulah Aku”, dilanjutkan dengan tanda salib, salam pembuka, pengantar, seruan tobat, dan doa pembuka. Bacaan Kitab Suci Lukas 14:25–35 dibacakan oleh Andreas Sudihartono. Dalam pendalamannya, Yudi menegaskan tiga pokok penting: pertama, menjadi pengikut Kristus menuntut kebebasan dari keterikatan yang menghambat totalitas iman; kedua, Yesus mengajarkan pentingnya perencanaan yang matang sebelum mengambil keputusan; dan ketiga, perlunya sikap bijaksana dalam melihat data serta realitas secara cermat sebelum bertindak.
Ilustrasi dari buku panduan yang dibacakan oleh FX. Trisno Suroto menyinggung pengalaman masa pandemi Covid-19, ketika berbagai bantuan sosial kerap tidak tepat sasaran akibat kurangnya data yang transparan dan akurat. Hal ini menjadi refleksi bahwa pembaruan dan pemutakhiran data umat—seperti yang terus diupayakan Paroki Kalasan melalui bidang Litbang—sangat penting agar pelayanan dan bantuan bagi umat pra sejahtera dapat tepat sasaran dan tepat guna.

Dalam sesi sharing, Cicilia Suratiwi Martiningrum, yang berprofesi sebagai pengajar, menyampaikan keprihatinan para orang tua di Kalasan yang kesulitan menyekolahkan anak ke jenjang SMP dan SMA Katolik karena harus ke Yogyakarta dengan biaya yang relatif tinggi. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, doa berkat, serta nyanyian Madah Bakti Nomor 533 “Tingkatkan Karya serta Karsa”. Setelah sekitar satu setengah jam seluruh rangkaian acara selesai, umat menikmati ramah tamah dengan jahe hangat dan makanan ringan yang disediakan tuan rumah, sembari mendengarkan pengumuman dan informasi kegiatan mendatang di Lingkungan Santo Bartolomeus, Wilayah Santo Petrus Damianus, serta Paroki Maria Marganingsih Kalasan yang disampaikan Ketua Lingkungan.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadheta Sudaryani




