Caos Dahar Romo merupakan salah satu bentuk pelayanan umat dalam tradisi hidup menggereja di Gereja Katolik, khususnya di lingkungan dan paroki-paroki di Jawa. “Caos” berarti mempersembahkan atau memberikan, sedangkan “dahar” berarti makan. Dengan demikian, caos dahar romo dimaknai sebagai pelayanan umat dalam menyediakan konsumsi atau jamuan makan bagi romo yang melayani di paroki. Tradisi ini bukan sekadar bentuk perhatian secara jasmani, tetapi juga menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan rasa syukur umat kepada para imam yang telah melayani kehidupan rohani umat setiap hari.

Dalam pelaksanaannya, caos dahar biasanya dilakukan secara bergilir oleh lingkungan, wilayah, atau keluarga umat. Umat menyiapkan makanan dengan penuh sukacita, kemudian mengantarkannya ke pastoran atau tempat tinggal romo. Pada Selasa, 19 Mei 2026, Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan memperoleh kesempatan melaksanakan tugas caos dahar romo. Adapun keluarga Petrus Ari Setyawan bertugas menyiapkan hidangan pagi, keluarga FX. Sudarmono menyiapkan hidangan siang, dan keluarga Theresia Eva Haryanti menyiapkan hidangan sore/malam. Sementara itu, Theresia Ildayati mendapat tugas mengantarkan masakan ke pastoran. Melalui pelayanan sederhana ini, terjalin hubungan yang semakin akrab antara romo dan umat. Kehadiran umat yang dengan tulus berbagi perhatian menjadi tanda nyata semangat keguyuban dan persaudaraan dalam Gereja.

Lebih dari sekadar menyediakan makanan, caos dahar romo juga mengandung nilai iman dan spiritualitas pelayanan. Umat diajak untuk belajar memberi dengan tulus, melayani tanpa pamrih, serta memperhatikan kebutuhan sesama, terlebih para imam yang telah mempersembahkan hidupnya bagi pelayanan Gereja. Semangat berbagi ini mencerminkan nilai Injil tentang kasih dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, tradisi caos dahar romo bukan hanya menjadi warisan budaya yang baik untuk dilestarikan, tetapi juga sarana mempererat persatuan umat dan membangun kehidupan menggereja yang penuh kasih, perhatian, dan kebersamaan.
Catatan : Foto dikirim oleh Theresia Ildayati




