Iman yang kita rayakan dalam Ekaristi tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap keutuhan ciptaan. Lingkungan tempat kita hidup, yaitu tanah, air, dan udara adalah ciptaan Tuhan yang harus kita rawat dan jaga agar tetap lestari. Hal ini merupakan bagian dari buah Ekaristi yang harus kita wujudnyatakan dalam hidup keseharian kita.

Sembilan belas (19) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir kembali berkumpul untuk bersarasehan BKL hari ke-28. Pertemuan dilaksanakan di rumah Theovilus Suwarto pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul tujuh (7) malam. Prodiakon Theresia Yuliastutie selaku pemimpin ibadat segera mengawali sarasehan dengan membuat tanda kemenangan, setelah wakil ketua lingkungan membukanya dengan ucapan selamat datang. Tema BKL kali ini adalah Ekaristi dan kepedulian terhadap keutuhan ciptaan. Yuli mengingatkan umat LGAK untuk selalu peduli dengan kebersihan lingkungan sebagai bentuk nyata iman kita kepada Kristus. Hal ini dapat dimulai dari rumah atau lingkungan terdekat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan berarti kita menghargai ciptaan-Nya.

Suara takbir Idul Adha masih terdengar dengan jelas selama sarasehan berlangsung. Namun, hal ini tidak menghalangi kekhusyukan umat LGAK dalam mendalami tema sarasehan dari awal hingga akhir. Tetapi justru menjadi motivasi untuk terus peduli pada lingkungan masyarakat yang beragam keyakinan dan tetap fokus memupuk iman.





