Perayaan Ekaristi adalah pusat iman umat Katolik atau juga kita kenal dengan Misa. Pusat iman atau ibadah puncak untuk mengenangkan pengorbanan, wafat, dan kebangkitan Kristus melalui penyambutan Tubuh dan Darah Yesus dalam rupa roti dan anggur. Makna utama Perayaan Ekaristi adalah ucapan syukur, kenangan Paskah, kehadiran nyata Yesus dalam rupa tubuh dan darah-Nya.

Dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yusup Berbah, pada hari Minggu tanggal 13 September 2026 pukul 08.30 WIB, umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir mendapat tugas koor. Dua puluh delapan (28) umat yang ambil bagian dalam tugas koor telah hadir tiga puluh menit sebelum misa dimulai. Dengan demikian dapat membangun suasana hati untuk lebih siap memuliakan Tuhan melalui tugas pelayanan. Dalam kesempatan tugas kali ini umat yang terlibat tampak lebih antusias dan lebih percaya diri. Keterbatasan kemampuan bukablah halangan untuk memberikan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan melalui tugas yang diemban lingkungan. Dengan dresscode bernuansa putih 3 orang dirigen, termasuk 2 kader dirigen anak-anak, pemazmur, umat, dan organis memancarkan aura sukacita untuk bersatu dalam tugas.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rama Antonius Dadang Hermawan, Pr. Bacaan Injil diambil dari Matius 18 ayat 21-35 berisi perumpamaan tentang hamba yang tidak mengampuni, yang mengajarkan kita untuk memaafkan orang lain tanpa batas seperti Allah yang telah mengampuni kesalahan. Mengawali homili, Rama Dadang mengajak umat menyanyikan syair lagu ‘Melayani lebih sungguh’, dengan mengulang bait mengasihi dan mengampuni lebih sungguh. Melalui syair lagu ini, umat secara pribadi diajak untuk sungguh mengasihi dan sungguh mengampuni, sebagaimana Tuhan telah lebih dulu mengasihi dan mengampuni. Tidak mudah, tetapi dengan berserah dan mengandalkan Tuhan Yesus setiap pribadi akan dimampukan.

Ada kelegaan dan syukur mendalam manakala rangkaian tugas, mulai dari lagu pembuka hingga lagu penutup dapat terlaksana dengan baik. Bukan kualitas suara yang menjadi tujuan, tetapi kualitas semangat, keikhlasan berlatih dan bertugaslah yang menjadi persembahan terbaik umat LGAK bagi Tuhan. Ungkapan syukur diujudkan dengan foto bersama dalam suasana ceria dan bahagia dalam iman.




