0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Mengenang Kebaikan Hati Yang Berpulang

Doa memule adalah tradisi ibadat atau doa bersama masyarakat Jawa, khususnya dalam tradisi Katolik Jawa, untuk mengenang dan mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia. Kata memule berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengenang, menghadirkan kembali, atau memuliakan leluhur dan orang yang telah meninggal.

Keluarga Ibu Theresia Sri Wahyuti masih dalam suasana berkabung. Situasi yang harus dijalani dalam kepasrahan kepada Tuhan atas berpulangnya ibunda ke rumah Bapa. Untuk kedamaian arwah ibunda, keluarga mengundang umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pada hari Minggu 13 September 2026 pukul tujuh malam, untuk mengadakan ibadat memule. Ibadat dipimpin oleh prodiakon Theresia Yuliastutie. Dihadiri oleh 25 (dua puluh lima) umat LGAK.

Seperti biasa, rangkaian ibadat memule diawali dengan lagu pembuka, tanda salib, salam pembuka dan pengantar, pembacaan Kitab Suci dengan bacaan pertama dan kedua, doa umat dan doa khusus, kemudian diakhiri dengan doa penutup. Hal yang tidak biasa adalah kesaksian umat atas almarhumah. Sebagian besar kesaksian umat menyampaikan bahwa almarhum adalah pribadi yang sumeh, tidak segan memuji orang lain, dan menyemangati atau memotivasi. Termasuk menyemangati diri sendiri yang kesehatannya tidak selalu prima. Yuli bersyukur dapat memenuhi harapan almarhumah untuk memimpin ibadat di rumahnya, meskipun bukan ibadat rutin lingkungan.

Pada pukul delapan malam kurang beberapa menit rangkaian ibadat pun diakhiri. Setelah beramah tamah sebentar, umat pun pamit pulang, Dengan harapan, keluarga dapat segera beristirahat dan memulihkan kondisi batinnya. 

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *