041 St. Bartolomeus Brintikan: Menjadi Murid yang Inspiratif, Menghidupi Sabda dalam Karya Nyata

Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kembali melangkahkan kaki dalam perjalanan pendalaman iman melalui Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, pukul 18.30 WIB. Bertempat di kediaman Albertus Dermawan Nugroho, Pendopo Griya Ledhok Asri, Sanan Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Mengangkat tema “Pengajaran Yesus: Menjadi Murid yang Inspiratif”, pertemuan dipandu oleh FX. Kristyanto Nugroho, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur, dan diikuti oleh 13 umat.

Pertemuan diawali dengan lantunan lagu “Yesus Mengutus Murid-Nya” dari Puji Syukur No. 692, dilanjutkan dengan Tanda Salib dan Doa Ardas IX Keuskupan Agung Semarang 2026–2030 yang didaraskan bersama. Dalam pengantarnya, pemandu mengajak umat menyadari bahwa panggilan sebagai murid Yesus bukanlah sekadar mendengarkan dan memahami sabda, melainkan juga kesediaan untuk diutus. Sabda yang telah diterima hendaknya tidak berhenti dalam hati dan pikiran, tetapi menjelma menjadi tindakan nyata yang membawa pengharapan, kasih, dan kebaikan bagi sesama.

Setelah doa pembuka, umat diajak menyelami Sabda Tuhan melalui pembacaan Injil Matius 10:1–15. Ayat demi ayat dibacakan secara bergantian oleh umat yang hadir. Suasana semakin hidup ketika teks Kitab Suci didalami bersama. Berbagai makna dan pesan yang terkandung dalam bacaan tersebut dibicarakan secara terbuka, salah satunya mengenai perbedaan antara murid dan rasul. Semua rasul adalah murid Yesus, tetapi tidak semua murid disebut rasul. Murid adalah mereka yang mengikuti dan belajar dari Yesus, sedangkan rasul adalah murid yang menerima perutusan untuk mewartakan ajaran dan karya keselamatan-Nya kepada orang lain.

Dalam konteks kehidupan saat ini, umat Katolik pun dipanggil untuk tidak berhenti sebagai murid yang hanya belajar dan mendengarkan, tetapi berani menjadi murid sekaligus utusan yang menghadirkan kasih, iman, dan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi murid yang inspiratif tentu tidak selalu mudah. Ada kalanya niat baik tidak diterima, usaha tidak dihargai, atau kehadiran kita justru disalahpahami oleh lingkungan dimana kita tinggal. Dalam situasi seperti itu, diperlukan kedewasaan iman dan keteguhan hati. Tidak perlu terlalu larut dalam kekecewaan atau “baper”, tetapi belajar untuk bangkit, “move on”, dan tetap melangkah dalam semangat kasih.

Malam itu terasa semakin hangat ketika sesi pendalaman dilanjutkan dengan sharing pengalaman. Pemandu memberikan ruang kepada setiap peserta untuk berbagi kisah mengenai sikap dan kebiasaan inspiratif yang pernah mereka jumpai maupun lakukan dalam kehidupan keluarga, lingkungan, paroki, serta di tengah masyarakat. Dari sharing tersebut, umat diajak menyadari bahwa menjadi inspiratif tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Terkadang, sapaan sederhana, kesediaan mendengarkan, kepedulian kepada sesama, ketulusan membantu, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas justru menjadi kesaksian iman yang mampu menyentuh hati.

Setelah sesi sharing berakhir, pertemuan dilanjutkan dengan Doa Permohonan dan Doa Penutup. Suasana kebersamaan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Kau Dipanggil Tuhan” dari Puji Syukur No. 683. Usai doa dan nyanyian, keakraban umat berlanjut dalam ramah tamah dengan menikmati hidangan ringan yang telah disiapkan oleh tuan rumah.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.15 WIB ketika satu per satu umat berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing. Malam pun beranjak sunyi, tetapi pesan Sabda Tuhan kiranya tetap tinggal dalam hati: menjadi murid Yesus berarti siap belajar, siap diutus, dan siap menjadi inspirasi melalui hidup yang nyata. Sebab sabda yang sungguh dihayati bukan hanya terdengar dalam kata-kata, melainkan akan tampak dalam sikap, terpancar dalam kasih, dan berbuah dalam karya bagi sesama.

Catatan : Foto dikirim oleh Albertus Dermawan Nugroho

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *