Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2026 yang kedua mengangkat tema Yesus Guru yang. Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius. Tema yang bertujuan mengajak umat Katolik untuk kembali kepada pusat iman, mendengarkan suara Yesus sebagai Guru Ilahi, serta mewartakan kasih-Nya dalam tindakan nyata. Dalam Injil Matius, Yesus diperkenalkan sebagai Guru yang penuh kuasa, Guru yang bukan hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi juga menghadirkan kehidupan melalui pengajaran dan teladan-Nya. Karena itu, sepanjang Bulan Kitab Suci Nasional, umat diajak untuk membaca, merenungkan, dan makin mengenal Injil Matius agar makin memahami hati Allah yang dinyatakan dalam diri Kristus.

Dua puluh (20) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir menghadiri sarasehan BKSN ke-2 di rumah MM Supraptiwi pada hari Kamis, 17 September 2026. Sebagaimana jadwal pendalaman iman rutin, sarasehan kali ini juga dimulai tepat pukul tujuh (7) malam. Sarasehan diawali dengan menyanyikan lagu ‘Yesus Mengutus Murid-Nya’ bait 1 dan 2 dari Puji Syukur nomor 692. Lagu yang tepat untuk membawa umat yang hadir untuk memasuki tema BKSN ke-2 tentang menjadi murid Yesus yang inspiratif. Sarasehan dipandu oleh prodiakon Theresia Yuliastutie.

Umat diajak membaca dan merenungkan Injil Matius 10 ayat 1-10. Melalui injil ini Yesus mengajarkan kepada para murid bagaimana menghadapi sesama yang melakukan kesalahan. Teguran dilakukan terlebih dahulu secara pribadi. Bila tidak didengarkan, proses dilanjutkan dengan melibatkan orang lain. Tujuannya bukan mempermalukan, melainkan ‘mendapatkannya kembali.’ Ada semangat pemulihan di dalam ajaran Yesus. Relasi yang rusak tidak dibiarkan begitu saja. Konflik tidak diselesaikan dengan kekerasan. Sebaliknya, manusia diajak menempuh jalan dialog, nasihat, pertobatan, dan rekonsiliasi. Pada bagian akhir Injil, Yesus memberikan sebuah janji yang menguatkan kehidupan komunitas beriman: “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Pada pukul 20.00 rangkaian sarasehan diakhiri dengan menyanyikan lagu Kau Dipanggil Tuhan. Lagu ini meneguhkan dan menjadi pegangan umat Katolik, khususnya umat di LGAK bahwa kehadiran Kristus menjadi dasar bagi Gereja untuk berjalan bersama.




