414 St. Lukas Somodaran: Pertemuan BKSN Ke-3 : Pengajaran Yesus Tentang Persaudaraan Dalam Iman Yang Saling Menyejahterakan

Pertemuan BKSN yang ketiga kembali diadakan di Lingkungan Santo Lukas Somodaran. Tema pertemuan ketiga kali ini adalah “Pengajaran Yesus Tentang Persaudaraan dalam Iman yang saling Menyejahterakan”. Pertemuan dilaksanakan pada hari Kamis 17 September 2026 pukul 19.00 WIB di kediaman Pujo Suwito. Pertemuan BKSN ini dipimpin oleh Martinus Yuni Sisworo, sedangkan Wiwik Suparyanti sebagai pemandu lagu pembuka dan penutup. Pertemuan ini dihadiri oleh 25 umat yang terdiri dari orang tua/dewasa dan anak-anak.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu pembuka, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan Injil Suci menurut Santo Matius 18:15–20. Sabda Tuhan dalam bacaan tersebut mengajak umat untuk memahami bagaimana seharusnya menyikapi saudara seiman yang melakukan kesalahan. Yesus mengajarkan agar teguran pertama-tama disampaikan secara pribadi, dari hati ke hati, dengan kasih dan niat untuk memulihkan, bukan untuk menghakimi. Apabila teguran tersebut belum diterima, barulah melibatkan satu atau dua orang lainnya sebagai saksi. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa menjaga persaudaraan membutuhkan keberanian untuk mengingatkan, sekaligus kelembutan hati untuk tetap menghargai dan mengasihi sesama.

Sabda Tuhan tersebut mengingatkan bahwa persaudaraan dalam iman bukan berarti membiarkan kesalahan berlalu begitu saja. Sebaliknya, kasih justru mendorong setiap orang untuk saling meneguhkan dan mengingatkan agar dapat kembali berjalan dalam kebenaran. Ketika segala upaya telah dilakukan dengan penuh kasih namun tetap tidak diindahkan, Gereja mengajarkan adanya sikap tegas terhadap pilihan seseorang yang tidak mau mendengarkan. Dengan demikian, teguran bukanlah bentuk permusuhan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga keutuhan hidup bersama sebagai umat Allah.

Pada akhirnya, Yesus mengarahkan para murid kepada kekuatan persatuan dan doa. “Jika dua orang dari antara kamu di bumi ini sepakat tentang apa pun yang mereka minta, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab, di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:19–20). Sabda ini menjadi peneguhan bahwa ketika umat berkumpul dalam nama Tuhan, menghadirkan kasih, saling mengingatkan, dan membawa setiap persoalan dalam doa, Kristus sendiri hadir di tengah-tengah mereka. Persaudaraan pun tidak hanya menjadi ikatan antarmanusia, tetapi menjadi ruang tempat kasih Tuhan bertumbuh dan menguatkan perjalanan iman bersama.

Setelah pembacaan Injil dilanjutkan dengan pendalaman kitab suci dengan menjawab pertanyaan yang tertera pada buku panduan. Pertanyaan yang dibahas yaitu bagaimana ketika melihat saudara seiman melakukan kesalahan, apakah berani menegur atau sebaliknya, pengalaman yang dialami ketika dirangkul kembali oleh komunitas, dan makna ayat dari bacaan Injil terakhir. Sebanyak 4 umat berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan tersebut dan juga sharing atau membagikan opini serta pengalamannya yang sejalan dengan Injil yang dibacakan tersebut. Acara dilanjutkan dengan peneguhan iman dengan permainan kado silang. Umat duduk melingkar kemudian pemandu memimpin jalannya permainan. Pemandu mengajak umat mengestafetkan barang yang dibawa ke umat yang berada sebelahnya sambil menyanyikan lagu ‘Ndherek Dewi Maria’. Ketika lagu berhenti, maka barang yang dipegang menjadi miliknya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat, ceria dan sukacita dengan adanya permainan tersebut. Raut wajah gembira terpancar di wajah umat saat  menerima kado sederhana yang diterimanya tersebut. Acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaan reflektif. Sebanyak 2 orang umat membantu menjawab pertanyaan mengenai perasaannya saat memberikan dan menerima barang kado silang tersebut serta bagaimana melatih rasa kepedulian/belarasa dalam diri. Dengan pertemuan BKSN kali ini, umat diharapkan dapat merefleksikan bagaimana pengalaman hidup berkomunitas dan menyadarkan pentingnya membangun persaudaraan sejati dalam Kristus dengan saling menegur, mengampuni, dan merangkul satu sama lain seturut ajaran Yesus. 

Setelah itu pertemuan dilanjutkan dengan doa umat dan doa penutup. Acara berlangsung khidmat dan lancar. Ditambah dengan adanya permainan kado silang yang menambah suasana menjadi semakin meriah. Selanjutnya Ketua Lingkungan Martinus Yuni Sisworo menyampaikan beberapa pengumuman terkait kegiatan lingkungan yang selanjutnya. Sebelum pulang, umat beramah tamah dengan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh keluarga tuan rumah.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Sekretaris Lingkungan Santo Lukas Somodaran

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *