Umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir bersepakat untuk memaknai Bulan Oktober dengan berdevosi kepada Tuhan Yesus bersama Bunda Maria dalam doa Rosario setiap hari. Ibadat Rosario dimulai tanggal 1 Oktober tahun 2026 dari rumah umat yang satu ke rumah umat yang lain. Umat yang hadir tidak selalu lebih dari dua puluh umat, kadang lebih kadang kurang. Hal ini dapat dipahami mengingat setiap umat memiliki kesibukan lain yang waktunya kadang bersamaan dengan dilaksanakannya ibadat Rosario.

Dalam ibadat Rosario di hari ke-4, yang jatuh pada hari Minggu tanggal 4 Oktober, dihadiri oleh dua puluh satu (21) umat. Keluarga Vectoryanus Widodo di Kaliajir Lor, yang mendapat giliran ketempatan ibadat, menyambut umat yang hadir di halaman rumahnya. Sambutan hangat dirasakan oleh setiap umat yang hadir. Kehangatan yang mampu mengusir dinginnya angin yang bertiup sepoi-sepoi di antara hamparan sawah yang masih terbentang luas di sekitar rumah Widodo.
Sesuai kesepakatan umat, tepat pukul tujuh malam rangkaian ibadat Rosario dimulai. Setelah dibuka dengan pengantar singkat oleh ketua lingkunan, disambung dengan lagu pembuka oleh Theresia Dwi Haryani, kemudian dilanjutkan ibadat pembuka dipimpin oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo. Untuk doa Rosario dipandu oleh Anita, sedangkan 5 peristiwa dibacakan secara bergantian oleh adik Kesya, adik Gita, adik, Nael, Adik Nea, dan adik Ave.
Kedamaian hati terpancar dari wajah-wajah umat seusai berdevosi kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria dalam doa Rosario. Suasana hati yang teduh dan damai tidak dapat dipungkiri selalu muncul setiap kali dapat berkumpul bersama umat di lingkungan. Tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, tetapi selalu mengundang umat untuk kembali berkumpul dalam nama Tuhan.



