401 St.Benediktus Perum Pertamina: Menemukan Kebahagiaan dan Ketenangan Hidup Lewat Doa yang Tekun

Pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, umat di Lingkungan Benediktus Perum Pertamina kembali berkumpul di rumah keluarga Maria Kariyem Sadimin untuk melaksanakan pertemuan lingkungan dan Doa Rosario. Pertemuan pada malam hari ini dipimpin oleh kelompok 1, Emanuel Suhari, Maria Surya Nirmala, dan MG. Susilo Tri Hastuti. Sekitar 19 orang umat mengikuti pertemuan pada malam hari ini dengan khusyuk. Melalui peristiwa-peristiwa Rosario yang didoakan, umat diajak untuk merenungkan, memuji, dan memuliakan perjalanan hidup Tuhan Yesus.

Pertemuan pada malam hari ini diawali dengan lagu pembuka dari MB 545 Ratu Rosari, dilanjutkan dengan bacaan injil Lukas 11: 5-13, “perumpamaan tentang sahabat pada tengah malam”. Bacaan injil pada malam hari ini mengingatkan kita bagaimana kemurahan Tuhan yang sangat luar biasa. Seperti yang telah kita terima setiap saat, di mana kita selalu meminta, selalu mengetuk, dan juga selalu mencari apa yang kita cari dalam kehidupan kita sehari-hari.

Lalu apa yang kita cari dalam kehidupan kita? Apakah harta, cita-cita, kebahagiaan, kekayaan? Dari pertanyaan itu, Vita menjawab, ”Yang diharapkan pada saat ini adalah ketenangan. Jadi ketika ingin mencapai karier atau tujuan hidup, seperti cita-cita, bisa lebih tenang dan tidak terburu-buru atau merasa takut.” Sementara itu Cicilia Dana menjawab, “Mungkin berusaha untuk menyelesaikan atau menjalankan segala apa yang Tuhan beri dengan sebaik-baiknya. Misalnya dalam pekerjaan, ya bekerja sebaik-baiknya. Supaya tidak membuat sesuatu hal yang tidak baik di masa depan.”

Menurut Fx. Sudarsono, ujung kehidupan ada dua, yaitu kebahagiaan di surga dan di dunia. “Di dunia ini kita mencari kebahagiaan melalui ajaran-ajaran Tuhan. Apa yang telah diberikan kepada kita, kita rasakan dalam kehidupan kita. Jadi untuk hidup bahagia dalam dunia ini, tentunya kita harus berusaha, bedoa, mendekatkan diri kepada Tuhan, kita harus paham siapa yang menghidupi kita, siapa yang memberi kita rezeki, semuanya berasal dari Tuhan. Oleh karenanya, selama kita berada di dunia, kita tidak hanya berdoa saja, tetapi juga harus berbuat baik kepada sesama. Hal inilah yang menjadi bekal kita agar bisa mendapatkan kebahagiaan di surga.”

Dalam injil malam hari ini Yesus menunjukkan kekuatan sebuah doa yang sangat luar biasa. Allah yang kita sebut sebagai bapa, sungguh murah hati. Ia akan memberikan apa yang kita minta. Kita meminta Tuhan memberi, kita mengetuk Tuhan akan membukanya. Mengingat kemurahan hati Bapa-Nya, Yesus selalu mengingatkan kita untuk berdoa. Apabila doa kita belum dikabulkan atau dijawab, kita harus bersabar, karena Tuhan akan menjawab doa-doa kita tepat pada waktunya. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa rosario, doa umat, doa pembangunan gereja, dan ditutup dengan doa penutup dan lagu penutup MB 547 “Ya Namamu Maria”.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Chatarina Novia C.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *