Berdoa adalah cara umat beriman berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam doa umat beriman bisa mengungkapkan pujian, rasa syukur dan terima kasih, serta ungkapan atas pengalaman hidup yang telah dilewati, akan dilewati, maupun permohonan kepada Tuhan. Banyak hal bisa disampaikan kepada Tuhan pada saat berdoa. Dalam Gereja Katolik diajarkan banyak cara berdoa, salah satu di antaranya adalah berdoa Rosario.

Pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir kembali berkumpul untuk berdoa Rosario. Di hari ke tujuh doa Rosario dilaksanakan di rumah Lambertus Tallulembang, dihadiri duapuluh tujuh (27) umat. Setiap umat hadir dalam doa bersama membawa ujud masing-masing, ada yang diungkapkan dalam hati, ada pula yang disampaikan kepada pemimpin ibadat untuk didoakan bersama. Namun, ada satu ujud yang sama bagi umat LGAK, yaitu sebuah harapan untuk berubah menjadi umat-Nya yang lebih baik, yang melaksanakan kehendak-Nya. Apakah bisa? Dengan niat yang tulus dan usaha yang tak pernah putus, serta dengan berdoa sesering mungkin kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria maka umat beriman dapat mewujudkannya.
RB Sarbini Ari Purnomo mengawali rangkaian doa Rosario dengan ibadat pembuka, setelah dimulai dengan menyanyikan lagu pembuka dipandu oleh RB Maryanto. Ajakan prodiakon untuk meneliti batin, mengakui kelemahan, dan mohon rahmat pengampunan dari Tuhan mengingatkan umat yang hadir sebagai manusia lemah. Kemudian dilanjutkan dengan pendarasan doa Rosario dipimpin oleh Ignatia Gondowati dan anak-anak bertugas membacakan renungan setiap peristiwa secara bergantian.

Kebersamaan umat dalam doa sungguh menjadi motivasi umat untuk terus memperbaiki diri agar makin layak di hadapan Tuhan. Jika hari ini masih mengulangi kelemahan yang sama, selalu ada waktu untuk berubah dan memperbaiki diri. Perjumpaan dalam doa dengan saudara seiman sungguh menjadi kekuatan yang membuahkan pengharapan.
Catatan: Foto dikirim oleh Ingrid Indrarti Trisno Wardani




