013 St. Thomas Juwangen: Penutupan Bulan Rosario Dengan Penuh Rasa Syukur dan Kebersamaan

Tak terasa, bulan Rosario kembali sampai pada penghujungnya. Lingkungan Santo Thomas Juwangen, Kalasan Barat, menutup bulan Rosario tahun 2026 dengan suasana yang istimewa dan berbeda dari biasanya. Jika selama bulan Oktober doa Rosario dilaksanakan secara bergiliran di rumah umat, kali ini seluruh umat berkumpul bersama di Joglo Gereja Wilayah Santo Yusuf Juwangen. Doa Rosario yang berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB, diikuti sekitar 35 umat dan dipimpin oleh Yustina Heny. Kebersamaan dalam doa menjadi ungkapan iman sekaligus penutup perjalanan rohani umat selama bulan Rosario.

Pemilihan Joglo Gereja Wilayah Santo Yusuf Juwangen sebagai tempat penutupan Rosario memiliki makna tersendiri. Sehari sebelumnya, gereja wilayah tersebut merayakan ulang tahun yang ke-11. Sukacita dan rasa syukur mendalam menyelimuti umat atas keberadaan tempat yang menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan, berdoa, serta mempererat persaudaraan dalam iman. Dalam suasana penuh khidmat, umat bersama-sama memanjatkan doa melalui perantaraan Bunda Maria, memohon agar kebersamaan, kerukunan, dan persaudaraan senantiasa terpelihara. Secara khusus, umat berharap agar setiap keluarga di Lingkungan Santo Thomas selalu dilimpahi berkat, damai, dan sukacita, serta mampu meneladani kehidupan Keluarga Kudus Nazaret.

Usai doa Rosario, kegiatan dilanjutkan dengan santap malam bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat keakraban antarumat. Suasana hangat dan penuh sukacita semakin meneguhkan semangat kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Penutupan bulan Rosario bukanlah akhir dari perjalanan doa, melainkan momentum untuk terus menghidupi iman dalam keseharian. Semoga Bunda Maria, Bunda yang penuh rahmat, senantiasa menyertai, membimbing, dan menaungi seluruh umat Lingkungan Santo Thomas Juwangen dengan kasih, sehingga setiap keluarga semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih persaudaraan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Maria Lourdesti Pusparini

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *