
Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) merupakan tradisi gereja Katolik di Indonesia yang dilaksanakan setiap bulan September untuk meningkatkan penghayatan, pemahaman dan pengamalan Kitab Suci di kalangan umat Katolik. Tujuannya adalah untuk mendorong umat Katolik supaya lebih mencintai dan mendalami Kitab Suci. Pada tahun 2025 ini, Bulan Kitab Suci Nasional mengusung tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi Dalam Hidup”, yang terinspirasi dari Kitab Zakharia dan Maleakhi. Tema ini mengajak umat untuk belajar tentang pembaruan hidup dari kedua nabi tersebut. Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni : 1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6) 2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1-14) 3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16) 4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18)

Pada hari Rabu malam, 24 September 2025 umat Lingkungan St. Mateus Wilayah St. Theodosius mengadakan pertemuan BKSN 4. Pertemuan dengan tema “Pembaruan Relasi Dengan Allah” tersebut diadakan di pendopo rumah Paulus Wahyudi. Dengan dipandu oleh Antonius Wakhid Nurcahyo, kegiatan untuk mendalami Kitab Suci tersebut dimulai pukul 19.00 WIB. Pertemuan diawali dengan sapaan dari Antonius Wakhid yang dilanjutkan dengan yel-yel untuk menambah semangat umat supaya siap mengikuti pertemuan BKSN. Setelah memaparkan tujuan pertemuan dan pembuka, umat bersama-sama memuji Tuhan dengan lagu “Siapa Yang Berpegang” dari Puji Syukur. Diiringi petikan gitar dari Philipus Pangestu Wibowo, empat puluh umat yang hadir bernyanyi dengan sukacita. Doa pembuka dari buku panduan BKSN didoakan secara bersama-sama. Setelahnya bacaan Kitab Suci dari Maleakhi 3: 13-18 dibacakan secara bergantian antara bapak-bapak dan ibu-ibu. Dalam pendalaman teks Kitab Suci yang terdiri dari 2 pertanyaan, ada beberapa umat yang mensharingkan pengalamannya. Sharing mengenai orang yang sudah hidup dengan lurus dan benar di hadapan Tuhan tetapi melihat sesamanya yang hidup seenaknya. Sebagai orang beriman, hendaknya kita tetap hidup dengan benar dan mentaati kehendak Tuhan. Karena pada hari penghakiman orang benar akan menjadi milik kesayangan-Nya yang Ia kasihi seperti seorang ayah mengasihi anaknya (Maleakhi 3: 17). Setelah itu Doa Umat dipanjatkan, dilanjutkan dengan Doa Mohon Pertolongan Bunda Maria Untuk Pembangunan Gereja. Doa-doa tersebut kemudian disatukan dengan doa Bapa Kami. Doa penutup pertemuan BKSN 4 didoakan secara bersama-sama seperti saat doa pembuka. Dan setelah berkat penutup, umat kembali memuji dan memuliakan Tuhan dengan lagu “Burung Pipit Yang Kecil”.

Pukul 19.50 WIB, pertemuan BKSN di Rabu malam tersebut berakhir. Umat lingkungan Matius kembali ke rumah masing-masing membawa damai dan berkat sukacita.
Catatan: Tulisan dikirim oleh Damiana Wijosari Pusoko dan foto oleh Philipus Pangestu Wibowo



