011 Brayat Minulyo Kadirojo II: Misa Memule 7 hari Elisabeth Ida Rahmi

Malam itu terasa hening namun penuh makna. Pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di Lingkungan Brayat Minulyo, sekitar 40 orang terdiri dari keluarga dan kerabat berkumpul di sebuah rumah sederhana milik Josaphat Darmanto Tjatoerprasetyo dalam suasana doa untuk mengenang kepergian Elisabet Ida Rahmi. Lilin-lilin yang menyala di dekat altar kecil memantulkan cahaya hangat, seolah menjadi simbol harapan bahwa kasih dan kenangan beliau tetap hidup di hati setiap orang yang hadir. Di tengah ruangan, foto beliau tersenyum lembut, menjadi pengingat akan kebaikan dan cinta yang pernah ia bagikan.

Romo Agustinus Murtika, SVD yang memimpin misa memule mengucapkan doa-doa dengan penuh khidmat, sementara para hadirin duduk bersila, tenggelam dalam doa dan kenangan masing-masing. Ada yang menunduk dalam diam, ada pula yang sesekali mengusap air mata. Suasana itu bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang kebersamaan—tentang bagaimana satu kehidupan telah menyatukan banyak hati dalam cinta dan penghormatan.

Tujuh hari telah berlalu sejak kepergian beliau, namun rasa hadirnya masih begitu dekat. Dalam setiap doa yang dipanjatkan malam itu, terselip harapan agar arwahnya mendapatkan kedamaian abadi. Dan bagi yang ditinggalkan, momen ini menjadi penguat bahwa meski raga telah tiada, kasih seorang ibu akan selalu hidup, menyertai langkah keluarga yang terus melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh iman dan kenangan indah.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Symbolis Sentono

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *