011 Brayat Minulyo Kadirojo II: Sarasehan BKSN ke-2

Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) ke-2 Lingkungan Brayat Minulyo Kadirojo telah terselenggara dengan penuh sukacita pada hari Kamis, 11 September 2025, bertempat di kediaman keluarga R. Martono. Pertemuan iman ini mengusung tema “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari pentingnya membangun hubungan kasih, persaudaraan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Acara dipimpin oleh Bapak Sigit dengan penuh semangat, serta dihadiri kurang lebih 40 umat yang dengan antusias mengikuti jalannya kegiatan mulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, renungan, hingga sesi sharing pengalaman iman. Suasana pertemuan menjadi hangat dan penuh makna karena umat dapat saling berbagi kisah nyata dalam membangun relasi dengan sesama, sehingga semakin memperkaya pemahaman bersama akan firman Tuhan yang menghidupkan.

Dlam kitab Zakharia, dikatakan bahwa umat israel melakukan puasa karena untuk kepentingan diri sendiri, mereka buta akan keadaan sesamanya di sekitar mereka yang membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tuhan berfirman bahwa Tuhan menghendaki puasa yang sesungguhnya yaitu: menegakkan hukum, menunjukkan kasih setia dan kasih sayang satu sama lain, dengan cara tidak menindas orang lain dan tidak merancangkan kejahatan.

Pemandu kemudian mengajak umat untuk berbagi pengalaman hidup dalam membangun relasi dengan sesama. Sebagaimana Allah mengasihi semua manusia tanpa terkecuali, demikian pula kita dipanggil untuk meneladan kasih-Nya. Setiap orang yang menderita adalah saudara Kristus, dan dengan demikian juga menjadi saudara kita. Kitab Yesaya 58:8–9 menegaskan bahwa buah puasa sejati tampak dalam aksi nyata, yaitu kepedulian terhadap orang lain, khususnya mereka yang tergolong KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersisih, dan Disabilitas/Difabel). Mereka adalah bagian masyarakat yang sering terpinggirkan secara sosial maupun ekonomi, sehingga menjadi pusat perhatian dan gerakan solidaritas Gereja untuk diberdayakan dan didampingi dengan penuh kasih. Lingkungan secara konkret mewujudkan hal ini dengan memberikan bingkisan saat Hari Raya Paskah dan Natal, serta menjenguk saudara-saudara yang sedang sakit sebagai bentuk nyata kehadiran kasih Allah di tengah kehidupan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Marcus Wisnuhandoko

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *