Kenduri adalah sebuah tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Jawa. Kenduri adalah sebuah upacara yang diadakan untuk memperingati momen-momen penting dalam hidup, seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Namun, kenduri juga diadakan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Saat kenduri, orang berkumpul bersama untuk berdoa, bersyukur, dan memohon ampunan. Mereka juga membagikan makanan dan minuman kepada tamu-tamu, sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian kepada sesama.

Sekitar tahun 2012 tradisi kenduri dihadirkan oleh umat lingkungan St Yakobus di wilayah St Yusuf Juwangen. Awalnya diadakan setiap moment hari raya Paskah dan Natal. Minggu, 28 Desember 2025 Kenduri Natal kembali diadakan oleh umat lingkungan St Yakobus. Kali ini kenduri dilakukan di rumah keluarga Yunior Simbolon. Acara kenduri dihadiri oleh umat lingkungan St Yakobus dan masyarakat di tiga RT di padukuhan Juwangen yang membawahi lingkungan ini, yaitu RT.8, RT.12 dan RT.13. Sejak pagi hari para ibu di lingkungan St Yakobus bergotong-royong mempersiapkan ubo rampe kenduri. Doa kenduri dipimpin oleh prodiakon Stephanus Pawoko Gautomo.

Pada hakikatnya, kenduri bukan sekadar sebuah acara tradisi, melainkan sebuah filosofi hidup yang mengajarkan nilai-nilai berbagi, rasa syukur, penguatan ikatan sosial, serta upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.

Catatan : Teks narasi oleh Hastutiningrum, foto oleh Junior Simbolon, dikirim oleh Desan Pradarto



