Dalam semangat membangun kebersamaan yang tulus dan mempererat relasi antara umat dan gembala, Paroki Marganingsih Kalasan terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang tidak hanya formal, tetapi juga menyentuh, personal, dan bermakna. Salah satu wujud konkret dari komitmen tersebut adalah kegiatan kunjungan Romo ke lingkungan-lingkungan umat, sebuah bentuk pelayanan yang mendekatkan Gereja kepada umat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pada hari Selasa, 10 Juni 2025, pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yakobus Juwangen mendapat kehormatan dan sukacita menjadi tuan rumah kunjungan pastoral ini. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, dan dilanjutkan dengan sesi wawanhati atau dialog hati antara Romo dan umat, serta ditutup dengan kebersamaan dalam santap malam. Momen ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga wadah untuk membangun komunikasi dua arah antara gembala dan umat, tempat curahan aspirasi, harapan, bahkan tantangan hidup umat sehari-hari dapat didengar secara langsung dan disikapi secara pastoral.

Dalam homilinya, Romo Dadang menyampaikan refleksi mendalam yang berangkat dari bacaan Injil hari itu, yang menyoroti identitas sejati pengikut Kristus: menjadi garam dan terang dunia. Beliau menegaskan bahwa sebagai orang Katolik, setiap pribadi dipanggil untuk memberi rasa, menerangi, dan membawa kebaikan di tengah masyarakat, apapun situasi dan kondisi lingkungannya — entah berada di tengah komunitas yang mayoritas Katolik maupun yang minoritas. Tantangan bisa berbeda-beda, tetapi panggilan untuk bersaksi dan menjadi berkat tetap sama.
Lebih lanjut, Romo Dadang mengingatkan bahwa kesaksian iman tidak selalu harus ditunjukkan dalam tindakan-tindakan besar, melainkan dimulai dari hal sederhana seperti menjaga integritas pribadi, tidak melakukan kejahatan, dan tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Ia mengajak umat untuk terus memelihara semangat kekatolikan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Gereja dan masyarakat, agar kehadiran umat sungguh-sungguh menjadi tanda kasih dan terang Kristus di dunia.

Sekitar 80 orang umat dari Lingkungan Yakobus Juwangen hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh antusias. Suasana khidmat dalam Ekaristi, kehangatan dalam dialog bersama Romo, dan keceriaan dalam kebersamaan makan malam menciptakan pengalaman yang membekas di hati banyak umat. Tak hanya pulang dengan perut yang kenyang, umat juga pulang dengan hati yang dipenuhi damai, sukacita, dan semangat baru untuk terus menjadi garam dan terang di tengah dunia.
Kunjungan pastoral ini menjadi pengingat bahwa Gereja yang hidup bukan hanya bangunan megah atau struktur organisasi, melainkan relasi yang hangat dan penuh kasih antara gembala dan domba-dombanya. Semoga semangat pelayanan yang hangat dan menyentuh hati ini terus menjadi budaya hidup menggereja di Paroki Marganingsih Kalasan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Desan Pradarto dan Hastuti Santosa



