Bacaan Injil hari Jumat, 10 Oktober 2025 adalah Injil Lukas bab 11 ayat 15-26 tentang ‘Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.’ Sementara bait pengantar Injil dari Yohanes 12: 31b-32 tertulis ‘Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan: dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.’ Injil ini mengingatkan kita bahwa cobaan untuk jatuh ke dalam dosa selalu menghantui dalam keseharian hidup kita. Iblis tidak pernah berhenti dan terus berupaya untuk merusak relasi kita dengan Tuhan, sesama, dan alam ciptaan.

Dengan mengambil inspirasi Injil Lukas tersebut, pada hari Jumat tanggal 10 Oktober umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir bersekutu di dalam ibadat sabda dan doa Rosario di hari kesepuluh. Persekutuan doa dilaksanakan di rumah Imanuel Tony Eko Laksono pada pukul tujuh (7) malam. Tiga puluh satu (31) umat bersatu di dalam doa. Doa bersama yang menyatukan iman dan semangat umat di LGAK. Ibadat sabda dipimpin oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo dan lagu pembuka dipandu oleh Lambert Tallulembang. Prodiakon membacakan Injil di atas dan mengajak umat untuk menyampaikan doa spontan, yang kemudian disatukan dalam doa Bapa Kami. Rangkaian doa Rosario dipandu oleh Theovilus Suwarto, sedangkan kutipan perikop Injil dalam setiap peristiwa secara bergantian dibacakan oleh anak-anak. Umat lingkungan percaya dengan salah satu janji Bunda Maria kepada orang-orang yang Berdoa Rosario yaitu bahwa Devosi terhadap RosarioKu merupakan pertanda luhur bahwa yang bersangkutan akan memperoleh kebahagiaan bersama Kristus. Lebih-lebih tahun 2025 ini merupakan tahun Yubelium, umat pun percaya akan dapat menerima indulgensi penuh tiap kali berdoa Rosario di Gereja atau di kapel atau di rumah bersama keluarga atau lingkungan sebagai organisasi iman. Rangkaian doa Rosario ditutup dengan menyanyikan Peziarah Pengharapan bersama-sama.

Sebelum pulang, Ignatia Gondowati yang telah berembug bersama ibu-ibu lingkungan mengajak umat untuk membahas rencana ziarah dan rekreasi lingkungan yang akan direalisasikan besok pada hari Sabtu Legi tanggal 15 November 2025. Tujuan ziarek masih dibahas bersama dan belum ditentukan, tetapi diberi beberapa Gondowati mencoba memberikan gambaran tujuan yang sesuai dengan situasi dan kondisi umat lingkungan. Harapannya dapat mengakomodasi umat yang mudah mabuk perjalanan. Wacana ini memberikan motivasi umat untuk selalu rindu berkumpul dan bersekutu dalam iman yang membuahkan harapan dan sukacita yang tak berkesudahan.





