0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Ekaristi dan Misa, Apa Perbedaannya? 

Seringkali kita mendengar umat Katolik mengatakan, “Setiap hari saya mengikuti Misa pagi di kapela dekat rumah.” Tidak jarang pula kita mengucapkan, “Kita wajib mengikuti Ekaristi setiap hari Minggu.” Kita pun secara spontan bertanya, “Apa sih perbedaan keduanya?” Ekaristi berasal dari kata Yunani eucharistia yang berarti pujian syukur. Misa diambil dari rumusan akhir perayaan, yang berasal dari Bahasa Latin Ite, missa est yang berarti pergilah, kalian diutus. Keduanya dipakai untuk menyebut perayaan iman kita.

Pendalaman iman atas tema ini dilaksanakan dalam pertemuan Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan yang dihadiri 21 umat dilaksanakan di rumah Anastasius Senen Sarirejo. Kurang lebih pukul tujuh malam, pertemuan dimulai dengan membuat tanda kemenangan yang dipandu oleh Robertus Bambang Yuswantoro. Setelah diawali ibadat pembuka, Bambang melanjutkan dengan membaca panduan BKL hari ke-20 dengan teman Ekaristi: Inspirasi Pelayanan dalam Hidup Menggereja. Mengacu pada dua kata berbeda, yaitu ‘Misa’ dan ‘Ekaristi. Dua kata berbeda tetapi memiliki makna yang merupakan satu kesatuan, yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, bahwa perayaan iman yang kita rayakan di gereja tidak dapat dipisahkan dengan pengamalan iman kita dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya harus saling meneguhkan. Dengan rajin mengikuti Ekaristi, kita makin berani menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari dengan mewartakan kasih, pengampunan, dan harapan. Rangkaian pendalaman tema BKL makin diteguhkan dengan doa umat yang didaraskan secara spontan. Semua doa permohonan disatukan dalam doa yang diajarkan oleh Kristus, yaitu doa Bapa Kami. Kemudian dilanjutkan dengan pendarasan doa Novena Roh Kudus hari ke-6.

Jumlah yang hadir dalam sarasehan BKL tidak banyak, tetapi tidak mengurangi semangat umat yang hadir untuk terus setia mendalami makna Ekaristi sebagai puncak iman kita. Ada kelegaan yang dirasakan umat ketika pamit pulang. Kelegaan setelah mendapat pencerahan tentang makna Ekaristi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari karena kita masing-masing diutus untuk menjadi saksi-Nya.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *