
Cuaca tidak begitu cerah sejak siang hari pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sekitar pukul 14.00 wilayah Berbah diguyur hujan, meski tidak begitu deras tetapi air menggenang di setiap sudut jalan. Apalagi beberapa kali listrik mati. Namun, cuaca yang tidak begitu bersahabat ini tidak menghalangi empat belas (14) ibu-ibu untuk menghadiri pertemuan rutin ibu-ibu Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pada pukul 16.00 WIB.
Pertemuan rutin dilaksanakan di rumah Irene Yosi Agung Kristanti. Diawali mendengarkan kekidungan Natal berbahasa Jawa yang dilantunkan oleh Fransisca Romana Pujiyati. Dilanjutkan dengan doa pembuka yang dirangkai dengan pembacaan Firman Tuhan oleh Yokebeth Siti Sriyanti. Ibu-ibu diajak membuka Injil Matius 1: 1-17 tentang Silsilah Yesus Kristus dan diperjelas dengan Kejadian 38: 1-30 tentang Yehuda dan Tamar. Dari kedua sumber ini dapat kita ketahui bahwa latar belakang silsilah keluarga Yesus Kristus tidak semuanya baik. Sebagaimana halnya kita, tidak selalu baik dalam langkah laku hidup kita, tetapi Tuhan tetap mau merangkul kita agar menjadi makin baik. Bahkan menggunakan kita yang penuh dosa untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan cara-Nya yang ajaib. Tuhan sungguh hadir untuk orang-orang berdosa yang mau bertobat dan mengikuti jalan-Nya. Hal baik yang telah diawali untuk makin mencintai Kitab Suci ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tiap bulan dalam pertemuan ibu-ibu lingkungan.

Setelah disegarkan dengan kidung Natal dan firman Tuhan, Ignatia Gondowati mengajak ibu-ibu yang hadir untuk menyampaikan usulan kegiatan tahun 2026. Dalam perbincangan yang hangat, muncul beberapa usulan agenda yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, antara lain: Mlampah Ziarah Sriningsih yang direncanakan pada bulan April, Ziarek ibu-ibu LGAK ke Melung pada bulan Agustus, merencanakan seragam kaos berkrah. Sementara untuk agenda pertemuan, pada akhir bulan Januari akan diadakan penjelasan dan pengenalan microplastic oleh Irene Arum AS dan membuat kerajinan kawat bersama Ignatia Gondowati. Berkaitan dengan agenda ziarah, mulai bulan Februari ibu-ibu LGAK dipersilakan menabung sesuai kemampuan. Elisabeth Dyah Ayu Pujihastuti akan membantu mengelolanya agar pada hari H ziarah beban biaya dapat menjadi lebih ringan.





