0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Ibu-ibu LGAK Belajar Mengukur pH Air

Pada bulan Mei tahun 2026 ini ibu-ibu Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir mengadakan pertemuan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Matahari sudah mulai condong ke barat dan cuaca panas berangsur mereda ketika satu demi satu ibu-ibu LGAK mulai hadir di rumah Irene Arum AS beberapa saat sebelum pukul empat. Penanggung jawab dana usaha mulai menerima pembelian undian, yang bertugas arisan mulai menerima pembayaran, dan bagian tabungan ziarek pun telah siap membagikan kartu bagi anggota yang setor. Suasana riuh sangat terasa, apalagi diselingi canda tawa yang makin menghangatkan suasana.

Sepuluh menit lewat pukul empat, pertemuan pun diawali dengan pengantar dan doa pembuka oleh Ignatia Gondowati selaku ketua ibu-ibu LGAK. Di samping ucapan selamat datang, juga terima kasih kepada tuan rumah yang telah berkenan menyiapkan tempat pertemuan. Sebelum memasuki inti pertemuan, ibu-ibu yang hadir mengambil kupon undian. Tiga ibu beruntung memperoleh sabun cuci piring. Memasuki acara inti, Irene menyampaikan informasi tentang pH air yang selama ini kita konsumsi. Air minum yang layak konsumsi harus memiliki tingkat keasaman atau kebasaan (pH) antara 6,5 hingga 8,5. Air dengan pH netral (sekitar 7) dianggap paling aman dan ideal untuk kebutuhan sehari-hari tubuh manusia. Irene juga memberikan contoh cara menguji kandungan pH air yang biasa kita konsumsi. Pada kesempatan tersebut Theresia Yuliastutie mengajukan pertanyaan, “Dampak apa yang ditimbulkan jika tingkat keasaman air melebihi batas yang bisa ditolerir?” Untuk jangka waktu lama, untuk individu tertentu dapat menimbulkan gangguan pada ginjal. Pengetahuan praktis yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu berkaitan dengan air yang digunakan setiap hari.

Pembahasan berikutnya adalah tentang rencana ziarek, menggantikan rencana rekoleksi. Alternatif tujuan ziarek adalah ke Gua Maria Rosa Mystika, Gua Maria Pereng, atau Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono. Jarak tempuh tidak terlalu jauh sehingga dari sisi waktu dan biaya terjangkau. Untuk rencana ziarek ini kita akan mengambil uang kas ibu-ibu sebesar Rp750.000,- sebagai subsidi.

Pertemuan ibu-ibu yang singkat tetapi padat dan bermanfaat, sekaligus berlangsung hangat. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat dan jam sudah menunjuk pukul 17.30 WIB sehingga pertemuan pun harus diakhiri. Theresia Sumartini mengakhiri pertemuan dengan doa syukur atas penyertaan-Nya dalam pertemuan dan mohon perlindungan-Nya dalam melanjutkan aktivitas berikutnya bersama keluarga.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *