0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Mengapa Umat Katolik Membutuhkan Pedoman?

Tema sarasehan APP IV adalah pentingnya pedoman dalam sebuah gerakan. Salah satu tujuan pelayanan sosial Gereja adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dankebahagiaan mereka yang kecil. Lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Umat diajak untuk memahami bahwa kegiatan pelayanan sosial untuk KLMTD juga membutuhkan pedoman yang berisi semangat dasar, prinsip kerja, nilai-nilai, dan petunjuk teknis. Pedoman tersebut sebagai petunjuk arah, alat kontrol, alat ukur keberhasilan, dan pertanggungjawaban dalam menggunakan dana sosial. Lalu, bagaimana umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir menyikapi pentingnya pedoman di dalam hidup berkeluarga?

Tiga puluh dua (32) umat LGAK bersekutu di dalam Sarasehan APP ke-empat pada hari Kamis, 12 Maret 2026 di rumah keluarga Agnes Sumarwi. Sebagaimana telah disepakati, pada pukul tujuh malam rangkaian pendalaman iman yang kali ini diisi dengan Sarasehan APP dimulai. Setelah diawali dengan lagu Tuhan Sumber Bahagia sebagai pembuka yang dipandu Theovilus Suwarto, pemimpin sarasehan pun mengajak umat untuk masuk dalam suasana hening. Suster Matilda selaku pemimpin ibadat mengawalinya dengan membuat tanda kemenangan. Setelah memberikan pengantar tentang tema sarasehan APP IV, suster memberi kesempatan kepada umat untuk menyampaikan pendapatnya tentang pentingnya pedoman dalam hidup berkeluarga. Bruder Heron Miki mensharingkan pengalamannya dalam hidup berkomunitas di bruderan, “Saya belajar untuk hidup bersama dengan bruder yang lain, yang mempunyai jadwal dan kesibukan yang berbeda. Agar pemakaian fasilitas di bruderan tidak saling bertabrakan, kami mempunyai pedoman atau aturan tertulis maupun tak tertulis. Pedoman ini tidak diterapkan secara kaku, tetapi juga harus dijalankan dengan saling berkomunikasi dan dengan kompromi.” Lambert Tallulembang juga menyampaikan pengalamannya, “Pada awal menikah saya sempat syok dengan kebiasaan istri yang bertolak belakang dengan saya. Hidup saya tidak bisa lepas dari buku sehingga banyak buku yang saya bawa dan harus saya tata. Namun, ketika saya menatanya di rak dan memosisikan rak di tempat yang bagi saya pas, ternyata tidak tepat bagi istri saya. Daripada menjadi sumber konflik, buku-buku koleksi akhirnya saya simpan di dos. Setiap kali membutuhkan, saya harus membuka dan mengambilnya dari dos. Seiring berjalannya waktu, mungkin karena gak tega, istri membuatkan perpustakaan. Bertolak dari pengalaman ini saya dapat mengatakan bahwa setiap keluarga atau komunitas diperlukan pedoman meskipun tidak semua pedoman berdampak baik bagi semua pihak.”

Suster Matilsa melanjutkan sarasehan dengan membaca Kisah Para Rasul 6: 1-7 tentang Tujuh Orang Dipilih untuk Melayani Orang Miskin. Untuk memperdalam perikop ini umat diajak berdiskusi untuk menjawab pertanyaan, mengapa para rasul memilih tujuh orang untuk melayani orang miskin? Semua yang hadir sepakat bahwa para rasul melakukannya sebagai upaya pembagian tugas sehingga masing-masing dapat lebih fokus pada tugas yang menjadi tugasnya. Para rasul fokus pada pelayanan sabda, sedangkan yang lain fokus pada pelayanan sosial. Demikian halnya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat, maupun berkomunitas dan berkeluarga, seyogianya kita juga harus membagi tugas agar masing-masing dapat fokus pada tugasnya agar dapat berbuah limpah dan bermanfaat. Di penghujung diskusi, Suster Matilda mengajak umat untuk ice breaking yang menyegarkan suasana. 

Sebelum seluruh rangkaian sarasehan diakhir, umat LGAK berkesempatan foto bersama dan memberikan kenang-kenangan untuk Suster Matilda dan Bruder Heron Miki yang telah berkenan memimpin sarasehan pertama dan keempat. Selain tanda kasih, kenangan tersebut merupakan ungkapan kegembiraan umat LGAK yang telah diberi pencerahan iman yang disampaikan secara sederhana tetapi bermakna. Semoga iman umat makin bertumbuh dalam kebersamaan yang selalu dinantikan.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *