Bulan Oktober merupakan bulan Rosario yang ditetapkan oleh Gereja Katolik. Bulan Rosario adalah masa khusus di mana umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk berdevosi kepada Bunda Maria secara intensif dengan mendaraskah doa Rosario dengan merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus.

Tanggal 1 Oktober 2026 jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan jadwal rutin umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir melaksanakan pendalaman iman. Dua puluh lima (25) umat LGAK telah berkumpul di rumah keluarga Imanuel Tony Eko Laksono sebelum pukul tujuh. Ignatia Gondowati selaku wakil ketua lingkungan memberikan pengantar dengan salam pembuka, dilanjutkan dengan membagi tugas pendarasan doa rosario: doa rosario dipandu Anatacia Mandala Sari dan setiap peristiwa akan dibacakan oleh anak-anak secara bergantian. Tepat pukul tujuh malam ibadat Rosario dimulai. Mengawali ibadat, umat diajak oleh Lambert Tallulembang mengidungkan lagu Salam Maria dari Madah Bakti nomor 542.

Prodiakon RB Ari Purnomo mengawali rangkaian doa Rosario dengan ibadat pembuka. Dalam pengantarnya Ari mengatakan, “Bulan Oktober adalah bulan Rosario. Kita diajak untuk berdevosi kepada Bunda Maria dengan mendaraskan doa rosario secara rutin agar diberi kekuatan dalam menjalani kehidupan. Sebagai ibu, Bunda Maria akan selalu membimbing dan menjaga kita agar tidak jatuh ke dalam dosa.” Selanjutnya, agar layak di hadapan Tuhan, umat diajak meneliti batin dan bertobat dengan menyerukan doa Saya Mengaku.

Mengawali bulan Rosario, umat LGAK mendaraskan doa Rosario peristiwa Terang. Peristiwa Terang mengajak kita untuk merenungkan karya-karya penting yang Yesus lakukan yang berdampak bagi kehidupan kita. Diawali dengan peristiwa Yesus dibaptis di Sungai Jordan, dilanjutkan peristiwa kedua, Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana. Kemudian peristiwa ketiga, Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, dan peristiwa keempat Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Diakhiri dengan peritiwa kelima, Yesus menetapkan Ekaristi. Peristiwa Terang merupakan pembagian paling baru di antara peristiwa yang lain. Peristiwa ini ditambahkan oleh Yohanes Paulus II pada tahun 2002 dalam dokumen Rosarium Virginis Mariae.




