0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Menimba Kekuatan Bunda Maria dengan Berdoa Rosario

DOA Rosario adalah senjata untuk melawan segala kejahatan di dunia. Doa Rosario merupakan echo dari Doa Bunda Maria sendiri, yang memuji Tuhan atas karya Tuhan menyelamatkan manusia, yang dimulai dari Inkarnasi Kristus di dalam rahimnya. Dengan Berdoa Rosario, umat Katolik duduk dalam bimbingan Bunda Maria untuk memandang wajah Kristus dan untuk mengalami kedalaman kasih-Nya.

Menurut Kalender Liturgi, tanggal 14 Oktober 2025 adalah hari Selasa Pekan Biasa XXVIII dan merupakan peringatan orang kudus Santo Kalistus, paus dan martir. Bacaan pertama Rom. 1: 16-25, ‘Sekalipun mereka mengenal Allahnamun mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah. Mazmur tanggapan Mzm. 19: 2-5, ‘Langit mewartakan kemuliaan Allah’; bait pengantar Injil Ibr. 4: 12, Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati’. dan Bacaan Injil Lukas 11; 34-37, ‘Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.’ Aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil itu kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Doa Rosario dan Injil adalah dua hal penting bagi umat Katolik. Termasuk bagi umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir yang tidak pernah lelah terus belajar bersandar pada kekuatan Doa Rosario dan kebenaran Injil. Juga dalam ibadat sabda dan doa Rosario bersama pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, yang dilaksanakan di Rumah keluarga Robertus Bambang Yuswantoro pada pukul tujuh (7) malam. Persekutuan dihadiri oleh 23 (dua puluh tiga) umat. Sebagaimana Doa Rosario di hari-hari sebelumnya, persekutuan kali ini juga diawali dengan ibadat sabda, dilanjutkan dengan doa Rosario. Ibadat sabda dipimpin oleh Fabianus Dimas Aryanto, sedangkan rosario dipandu oleh Ingrid Indrarti Trisno Wardani dan pembacaan perikope Injil oleh anak Kesya, anak Ave, dan anak Nea secara bergantian. Rangkaian doa sudah selesai pada pukul delapan dengan memohon berkat penutup.

Sebelum pamit pulang, ketua lingkungan menyampaikan informasi tentang rencana ziarek yang belum ditemukan kesepakatan dan ibu-ibu masih mencari alternatif tujuan rekreasi. Kaling juga menginformasikan bahwa LGAK bertambah jumlahnya dengan kehadiran umat baru, yaitu mbak Ayu. Saat ini yang bersangkutan tinggal di Rt 03 Rw XI Kaliajir Lor dan akan menerima pemberketan pernikahan pada bulan November oleh Romo Yohanes Ngatmo.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *