Setiap umat beriman Katolik memiliki tugas perutusan dan/atau pelayanan. Tugas perutusan kita adalah membawa kesatuan dan kerukunan umat beriman. Dalam menjalankan tugas perutusan dan pelayanan memang tidak seindah yang kita bayangkan. Ada banyak hal yang kadang membuat kita frustasi, patah semangat dalam pelayanan gerejawi maupun kemasyarakatan. Dalam amanat perpisahannya dengan jemaat dari Efesus, Paulus mengingatkan para penatua jemaat, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan”. Nasihat Paulus ini juga ditujukan kepada kita semua, terutama sebagai para pengurus lingkungan, wilayah atau paroki bahwa kita harus setia menjaga iman kita akan Yesus dan ajaran-Nya.

Demikian halnya dengan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. dalam tugas perutusannya sebagai imam di Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Mulai tanggal 15 Juli 2026 Romo Ngatmo sudah tidak bertugas lagi di Paroki Kalasan, tetapi tetap mendapat tugas perutusan di Kalasan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sementara itu, tugas perutusan di paroki berikutnya juga harus dilaksanakan. Secara faktual, pada hari Selasa, 21 Juli 2026 pukul 19.00 WIB merupakan tugas memimpin Misa Lingkungan di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir terakhir sebelum mengemban tugas di paroki yang baru.

Misa Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir yang dihadiri oleh lima puluh (50) umat dimulai tepat pukul tujuh malam. Bertepatan dengan peringatan Santo Apolinaris, uskup dan martir. Bacaan Injil diambil dari Injil Matius bab 12 ayat 38-42, “Pada waktu penghakiman, ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini”. Tuhan meminta perhatian Israel utk menyadari bahwa Tuhan selalu ada dan menyertai mereka dalam segala karya. Semua itu mestinya membuat mereka selalu penuh kebaikan. Mereka telah menyaksikan banyak mukjizat, tetapi hati mereka tetap ragu dan mencari bukti yang lebih spektakuler. Kita pun juga mengalami banyak mukjizat, tetapi sering kali tidak menyadarinya sehingga kurang bersyukur. Romo Ngatmo juga bersyukur telah menjalani tugas perutusan di Paroki Kalasan, dengan segala dinamika yang telah dilewati, termasuk keberterimaan umat yang beraneka ragam.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanannya di LGAK, umat memberikan tali kasih kepada Romo Ngatmo, sebagai wujud syukur atas kebersamaannya yang menumbuhkan, sekaligus harapan untuk tetap saling mendoakan. Sebagai imam, tetap sehat, semangat, dan sukacita dalam menggembalakan umat. Sebagai umat, tetap tekun dan setia dalam iman Katolik, semangat dalam pelayanan bersama umat yang lain.




