Ada 20 peristiwa dalam rangkaian Doa Rosario, yang terangkum dalam Peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih, Peristiwa Mulia, dan Peristiwa Terang atau Cahaya. Keempat kelompok peristiwa ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan yang wajar dalam doa rosario yang didaraskan secara pribadi dan didoakan bersama komunitas, yang perlu mempertimbangkan kebutuhan rohani dan pastoral serta perayaan liturgi tertentu yang mungkin memerlukan penyesuaian yang tepat.

Peristiwa Mulia selain direnungkan secara rutin setiap hari Minggu, peristiwa mulia juga direnungkan selama masa Paskah dan setiap hari Rabu. Peristiwa-peritiwa mulia menceritakan apa yang terjadi setelah Yesus wafat. Peristiwa Mulia pertama membawa kita ke kubur Yesus, tempat Dia dimakamkan sesudah wafat di salib. Peristiwa Mulia kedua, kita menyaksikan Yesus terangkat ke surga untuk kembali sebagai seorang pahlawan ke rumah-Nya yang sebenarnya. Sebelum pergi Ia berjanji kepada sahabat-sahabat-Nya untuk menyediakan tempat bagi mereka di surga. Peristiwa Mulia ketiga menceritakan kisah tentang Roh Kudus, yang dikirim Yesus dari surga untuk mengantar manusia dari kehidupan yang sekarang menuju kehidupan yang akan datang. Peristiwa Mulia keempat adalah kisah tentang Maria, Bunda Yesus. Sesudah Maria wafat, Yesus yang begitu mengasihinya segera membawanya ke surga agar ia dapat bersama dengan Putera-Nya. Peristiwa Mulia yang kelima menggambarkan, oleh Yesus Maria dimahkotai di surga sebagai ratu para malaikat dan para kudus. Yesus sangat menghormati Bunda Maria yang memiliki iman yang sangat besar. Peristiwa-peristiwa ini hendak mengatakan bahwa kelak Tuhan akan mengajak kita ke surga. Yesus telah menyiapkan tempat bagi kita. Yesus mengirimkan Roh Kudus kepada kita agar mengantar kita ke sana. Hidup kita tidak berakhir setelah meninggal karena Tuhan akan memberi hidup baru yang tak akan berkesudahan. Hidup baru yang jauh lebih mengagumkan dari yang dapat kita bayangkan.

Pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025, umat Lingkungan Gregorius merenungkan Peristiwa Mulia dalam ibadat dan doa Rosario di rumah Anastasius Sarirejo. Dua puluh lima (25) umat sudah hadir sebelum pukul tujuh malam untuk bersekutu di dalam doa yang dipimpin oleh Lambert Tallulembang. Dalam pembuka, setelah diawali dengan tanda kemenangan, Lambert mengatakan, “Kita patut bersyukur karena umat LGAK dapat mendaraskan doa Rosario bersama tanpa putus sampai hari ke-29. Meskipun tidak semua umat mengikutinya secara rutin dengan berbagai alasan, seperti ngantuk-lah, lebih memilih nonton upin ipin, atau karena ada acara lain. Apa pun itu tetap dapat dipahami dan pantas untuk tetap disyukuri.” Lambert juga mengajak umat LGAK untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan yang sangat mencintai kita. Agar kita makin pantas di hadapan-Nya sudah selayaknya kita terus memperbaiki diri dengan meneliti batin dan menyesali dosa-dosa kita. Umat pun kemudian larut di dalam pendarasan doa Rosario yang dipandu oleh Irene Arum AS dan pembacaan kutipan Injila dalam setiap peristiwa oleh anak Nea, anak Nael, anak Kesya, anak Ave, dan anak Are. Selanjutnya dirangkai dengan doa umat yang diteguhkan dengan doa Bapa Kami. Rangkaian ibadat dan doa Rosario berakhir pada pukul 19.55 WIB. Umat pun pulang membawa harapan bahwa dengan bimbingan Roh Kudus kita semua akan diselamatkan.




