0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Umat Berdoa Rosario di Gereja Santo Yusup Berbah

Semua lingkungan di Wilayah Berbah telah terjadwal untuk mengadakan ibadat dan doa Rosario di depan Gua Maria Gereja Santo Yusup Berbah. Selama bulan Oktober atau bulan Rosario, lingkungan di wilayah Berbah ada yang mendapat giliran dua (2) kali atau tiga (3) kali dalam sebulan. Jadwal pelaksanaan sudah diinformasikan kepada semua ketua lingkungan beberapa hari sebelum bulan Oktober tiba. Dengan demikian, masih ada waktu diubah jika jadwal yang telah disusun berbarengan dengan jadwal kegiatan lingkungan sehingga semuanya dapat berjalan tanpa mengorbankan salah satu di antara keduanya.

Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir mendapat giliran berdoa Rosario yang pertama pada hari Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Pelaksanaan ibadat di depan Gua Maria di Gereja Santo Yusup Berbah dihadiri oleh dua puluh tujuh (27) umat, termasuk omk dan anak-anak. Diawali dengan lagu pembuka sebelum dimulai ibadat sabda yang dipandu oleh Theovilus Suwarto. Ibadat sabda mngambil inspirasi dari Injil Lukas 11: 5-13, “Mintalah, maka kalian akan diberi.” Allah adalah sumber segala Rahmat, telah menciptakan segala sesuatu bagi kehidupan manusia. Namun, hal itu tidak berarti bahwa kita berpangku tangan dan tidak berbuat apa-apa untuk hidup. Kita perlu juga bekerja dengan kreatif untuk menata dan mengolah dunia agar kita dapat hidup dalam damai Sejahtera. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Sabda Tuhan itu meneguhkan semangat kita untuk terus berkarya setiap hari. Kita percaya bahwa dengan bantuan Tuhan, segala Upaya dan kerja kita akan membuahkan hasil yang baik. Berdoalah senantiasa dalam iman dan teruslah berpengharapan.

Setelah diajak merenungkan Sabda Tuhan dan merefleksikannya di dalam hati, umat pun melambungkan doa-doa umat yang berisi ucapan syukur dan permohonan. Doa-doa umat tersebut kemudian disatukan dengan doa Bapa Kami, doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Anak Felicia Ave Kusnandar kemudian memandu pendarasan Doa Rosario, bersama anak Kesya, anak Nea, anak Nael, serta dua orang omk yaitu Gines dan Risang untuk membacakan lima peristiwa secara bergantian. Mengakhiri rangkaian ibadat, umat menyempatkan foto bersama sebelum pulang.

Dengan bertekun dalam ibadat dan doa Rosario bersama, baik di lingkungan maupun di gereja, umat lingkungan berharap dapat meneladan tujuh (7) sikap Bunda Maria yaitu iman dan ketaatan, bersyukur, kerendahhatian, kesetiaan, kepedulian, ketabahan, dan kekudusan sebagaimana termuat dalam peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Bunda Maria. Umat lingkungan bergandengan tangan untuk dapat mewujudkan harapan tersebut.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *