Dalam semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) Tahun 2026, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menenun sebuah karya kasih yang sederhana namun sarat makna—sebuah bakti sosial pembagian sembako bagi saudara-saudari yang membutuhkan. Aksi ini menjadi cermin cinta tanpa syarat, cinta yang melampaui sekat-sekat perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Yang dilihat bukanlah latar belakang, melainkan martabat manusia yang layak dirangkul, dipedulikan, dan diteguhkan dalam harapan.

Dari hasil musyawarah yang dilandasi semangat berbagi beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa sebanyak 20 warga prasejahtera dari berbagai RT di Padukuhan Brintikan menjadi penerima berkat kasih ini. Bantuan yang terhimpun dari para kepala keluarga umat Lingkungan Santo Bartolomeus menjadi tanda nyata bahwa kepedulian dapat tumbuh dari kebersamaan. Dengan hati yang tulus, tim bakti sosial—yang terdiri dari para ibu, yakni Theresia Ildayati, Bernadeta Sudaryani, Cicilia Ayuk Putri Palmaningtyas, dan Theresia Eva Haryanti—melangkah menyusuri jalan-jalan kampung pada Jumat sore, 27 Maret 2024. Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, mereka tetap melaju, berboncengan motor, seolah setiap tetes air menjadi saksi keteguhan cinta yang tak mengenal lelah.

Dalam kurun waktu kurang lebih dua jam, sentuhan kasih itu hadir dari pintu ke pintu, mengetuk hati keluarga-keluarga penerima: keluarga Agustinus Slamet, Slamet Riyadi, Tumiyati (RT 03), Fadil (RT 04), Hendra, Yanti Tirto, Muji Muncul, Menuk Darsono (RT 05), Bagio, Kirjo, Hadi, Tarmini, Rizky (RT 06), Lastri, Mentek, Pardi, Ratri (RT 07), hingga Paikem, Baroto, dan Sapari (RT 08). Di beberapa RT, uluran tangan kasih ini turut diantar oleh Andreas Sudihartono, Valentina Prapti Rahayu, dan Yohanes Pembaptis Sumaryadi, memperluas jangkauan cinta dalam kebersamaan.

Senyum syukur dan ucapan terima kasih yang tulus dari para penerima bantuan menjadi nyala kecil yang menghangatkan hati—sebuah tanda bahwa setetes kebaikan mampu menjelma menjadi samudra harapan. Dalam bingkisan sederhana itu, terpancar cahaya Paskah: harapan yang hidup, kasih yang bangkit, dan iman yang terus bersemi. Kiranya karya ini tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi gema kasih sejati yang senantiasa bertumbuh dalam setiap hati yang terpanggil untuk berbagi dan melayani sesama.
Catatan : Foto dikirim oleh Theresia Ildayati




