Paguyuban ibu-ibu Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kembali mempererat kebersamaan dalam pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 18.00 WIB, bertempat di kediaman Miradona Ratih Jayanti, Dusun Sanan RT 05 Brintikan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Pertemuan yang dihadiri oleh 12 ibu ini menjadi ruang sederhana namun sarat makna, tempat tumbuhnya persaudaraan, kepedulian, dan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari sebagai komunitas iman. Dalam suasana yang hangat dan akrab, setiap pribadi hadir bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan untuk meneguhkan satu sama lain dalam kebersamaan.

Agenda diawali dengan pembayaran iuran bersama yang meliputi arisan, prolenan, persembahan, TCK (Tabungan Cinta Kasih), Dhahar Romo, sosial sakit, sosial kematian, hingga iuran panti. Seluruh iuran dikelola secara tertib dan transparan oleh bendahara masing-masing bidang, sehingga mencerminkan tanggung jawab sekaligus komitmen untuk saling peduli. Dalam kesempatan tersebut, Maria Imaculatta Mega Dhewi selaku ibu lingkungan menyampaikan pengantar, yang kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Cicilia Suratiwi Martiningrum, memohon berkat dan penyertaan Tuhan. Disampaikan pula hasil rapat ibu-ibu Wilayah Santo Petrus Damianus, termasuk ajakan untuk hadir dalam Misa Pesta Nama Wilayah pada Sabtu, 21 Februari 2026 di Lapangan Perumahan Griya Dharma Asri (GDA), serta imbauan agar ibu-ibu yang bertugas sebagai among tamu hadir lebih awal pukul 19.00 WIB.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, pertemuan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi cek gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan asam urat, yang dilayani oleh Ahdarini, Cicilia Ayuk Putri Palmaningtyas, dan Margaretha Wahyu Wijihastuti. Setelah kurang lebih satu setengah jam berdiskusi dan berbagi cerita, pertemuan ditutup dengan doa oleh Cicilia Martiningrum. Suasana kehangatan semakin terasa ketika para ibu menikmati kudapan dan minuman yang disediakan tuan rumah, sembari bercengkerama dengan penuh sukacita. Kebersamaan malam itu menjadi penguat ikatan persaudaraan, sebelum akhirnya masing-masing kembali ke rumah dengan hati yang dipenuhi rasa syukur dan semangat untuk terus melayani.

Catatan : Tulisan oleh Cicilia Suratiwi Martiningrum, Foto oleh Cicilia Ayuk Putri Palmaningtyas




