Pada Minggu sore, 20 September 2026, pukul 17.00 WIB, Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kembali menghadirkan diri dalam semangat pelayanan dengan mendapat kehormatan menjadi petugas Tata Tertib dan Kolektan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Maria Marganingsih Kalasan (GMMK). Pelayanan yang sederhana, namun sarat makna ini meliputi penyambutan umat, pengaturan ketertiban selama perayaan, pendataan jumlah umat yang hadir, pelayanan kolekte, hingga penghitungan uang persembahan. Dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXV yang dipimpin oleh Romo Antonius Budi Wihandono, Pr., setiap tugas dijalankan dengan penuh syukur, sukacita, dan kesungguhan hati. Bagi para petugas, kesempatan tersebut bukan sekadar menjalankan tanggung jawab, melainkan menjadi sebuah cara sederhana untuk menghadirkan kasih melalui pelayanan kepada Tuhan dan sesama.

Di bawah koordinasi Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, sebanyak sepuluh petugas menjalankan tugas dengan sigap dan penuh perhatian. Sejak umat mulai berdatangan, petugas tata tertib menyambut dengan ramah serta mengarahkan umat untuk terlebih dahulu menempati tempat duduk di bagian depan, sehingga ruang pendopo tetap tersedia bagi umat yang datang kemudian. Pendampingan dalam mencari tempat duduk dilakukan hingga menjelang Doa Pembuka. Setelah itu, petugas tidak lagi mengarahkan umat ke bagian depan agar suasana tetap hening, tertib, dan khusyuk sehingga umat dapat mengikuti seluruh rangkaian Ekaristi tanpa gangguan. Kehadiran umat pada misa sore tersebut terpantau mencapai lebih dari 420 orang, sebuah tanda bahwa kerinduan umat untuk datang, berkumpul, dan merayakan iman bersama terus bertumbuh.

Setelah Perayaan Ekaristi berakhir, pelayanan belum sepenuhnya usai. Para petugas melanjutkan tugas dengan menghitung kolekte secara cermat dan teliti, mencatat hasilnya, kemudian menyerahkannya kepada bendahara gereja untuk dikelola bagi kebutuhan pelayanan gerejawi. Ketika seluruh rangkaian tugas akhirnya selesai, rasa syukur dan kelegaan pun mengalir di antara para petugas. Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil ketika dilakukan dengan ketulusan, sebab dari tangan-tangan yang bekerja dengan sukacita, lahirlah kenyamanan bagi umat dan ketertiban dalam perayaan iman. Melalui kerja sama yang solid, kepedulian, dan dedikasi yang tulus, pelayanan Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menjadi persembahan sederhana yang diharapkan berkenan di hati Tuhan sekaligus menjadi berkat bagi sesama.





