Bulan Oktober menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Katolik untuk secara khusus menghormati Santa Perawan Maria melalui doa Rosario. Jika bulan Mei dikenal sebagai Bulan Maria, maka bulan Oktober didedikasikan sebagai Bulan Rosario, sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria sekaligus mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui perantaraannya. Dengan Rosario di tangan dan hati yang tertuju kepada Tuhan, umat diajak untuk semakin tekun berdoa, merenungkan perjalanan hidup Yesus, serta meneladan iman dan kesetiaan Maria.

Sebagai tanda dibukanya Bulan Rosario, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan mengadakan Doa Rosario bersama pada Kamis malam, 1 Oktober 2026 pukul 18.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di rumah M.Th. Sri Wahyunani, Dusun Sidomulyo Brintikan RT 08, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, tersebut diikuti oleh 17 umat. Doa diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh tuan rumah, kemudian dilanjutkan dengan lagu “Salam Bagimu, Maria” dari Puji Syukur No. 628 bait pertama. Setelah doa pembuka dan pernyataan tobat, umat bersama-sama mendaraskan Doa Rosario dengan merenungkan peristiwa terang. Setiap peristiwa didaraskan secara bergantian dengan sepuluh kali Salam Maria, dalam suasana hening, khusyuk, dan penuh penghormatan.

Usai Doa Rosario, kebersamaan umat ditutup dengan menyanyikan kembali lagu “Salam Bagimu, Maria” bait kedua, sementara kolekte dijalankan. Kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur dan persembahan umat, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan untuk rencana kegiatan ziarah lingkungan. Melalui pembukaan Bulan Rosario ini, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan diajak untuk menjadikan Rosario bukan sekadar rangkaian doa, melainkan jalan untuk semakin mendekat kepada Kristus, memperteguh persaudaraan, serta meneladan kesetiaan Maria dalam menjalani kehidupan dan pelayanan.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati




