Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menyelenggarakan Pertemuan APP Ketiga Tahun 2026 pada hari Rabu, 11 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di kediaman Anastasia Esti Endahingsih, Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, karena pada waktu yang bersamaan sebagian umat mengikuti gladi bersih di Gereja Maria Marganingsih Kalasan dan sebagian lainnya mengikuti latihan koor Wilayah Petrus Damianus. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan perayaan Paskah di Gereja Maria Marganingsih Kalasan. Meskipun demikian, pertemuan tetap berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan.
Sebanyak lima belas umat yang hadir mengikuti pertemuan yang dipandu oleh Prodiakon FX. Risang Baskara. Berbeda dengan pertemuan pertama dan kedua sebelumnya, pada pertemuan ketiga ini Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini menggunakan metode sarasehan sehingga suasana pertemuan berlangsung lebih santai, namun tetap mendalam dan tidak mengurangi makna serta tujuan dari Pertemuan APP Ketiga.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu “Datanglah di Sisiku” dari Madah Bakti No. 375, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipanjatkan secara bersama-sama. Dalam pengantarnya, pemandu menjelaskan bahwa APP KAS tahun ini mengangkat semangat menghadirkan kesejahteraan melalui lima pilar kerahiman. Pilar-pilar tersebut memberikan panduan praktis bagi umat melalui alur “5D” selama Masa Prapaskah, agar pelayanan Gereja semakin tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi sesama.
Pertemuan pertama mengangkat tema Data sebagai Dasar Pastoral yang Akurat, yaitu memetakan kondisi nyata umat melalui sistem Ecclesia agar pelayanan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Pertemuan kedua mengangkat tema Dana sebagai Solidaritas Sosial Umat, yaitu mengelola dana sosial seperti APP, Danpamis, dan bentuk bantuan lainnya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Pertemuan ketiga dan keempat membahas Daya dan Darma untuk Berbagi dengan Cerdas, yaitu menggunakan talenta, waktu, dan kemampuan yang dimiliki dengan bijaksana sesuai aturan, sehingga terhindar dari praktik yang tidak jujur. Sementara itu, pertemuan kelima mengangkat tema Duta, yakni menjadi utusan Kristus yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan dengan sikap proaktif dalam membantu sesama yang menderita tanpa memandang latar belakang.

Dalam pertemuan ketiga ini, yang mengangkat subtema “Melawan Ketidakpedulian”, pemandu menyampaikan bahwa berkat Tuhan tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga dalam bentuk “daya” seperti kesehatan, pengetahuan, dan jejaring sosial. Oleh karena itu, ketika hendak menolong sesama, seseorang tidak harus menunggu menjadi kaya secara materi. Pengetahuan, tenaga, waktu, dan perhatian juga dapat menjadi sarana untuk melawan “dosa ketidakpedulian”. Untuk memperdalam refleksi, pemandu mengajukan pertanyaan: “Daya apa yang saya miliki yang dapat saya gunakan untuk membantu ‘Lazarus’ di sekitar kita?” sebagaimana diungkapkan dalam Injil Lukas 16:19–31.
Dalam sesi sharing, M.Th. Sri Wahyunani menyampaikan bahwa daya sosial umat Lingkungan Bartolomeus tergolong baik. Hal ini terlihat ketika terjadi bencana alam, umat dengan cepat berinisiatif mengumpulkan bantuan dana untuk disalurkan kepada para korban. Sementara itu, Yohanes Pembaptis Sumaryadi menyampaikan bahwa daya umat untuk berkumpul dalam pertemuan lingkungan maupun melaksanakan tugas pelayanan di gereja masih perlu ditingkatkan.

Setelah sesi sharing, pertemuan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh M.Th. Sri Wahyunani dan doa berkat oleh Prodiakon FX. Risang Baskara. Lagu “Yang Kau Perbuat Bagi Saudaraku” dari Madah Bakti No. 529 kemudian dinyanyikan sebagai penutup sarasehan. Sebelum pulang, umat menikmati kebersamaan melalui ramah tamah sambil menikmati hidangan aneka gorengan, bakmi dan minuman hangat yang telah disediakan oleh tuan rumah.




