041 St. Bartolomeus Brintikan: Menjadikan Sabda-Sabda Bahagia sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2026 adalah “Yesus Guru yang Penuh Kuasa – Wajah Yesus dalam Injil Matius”. Berkenaan dengan hal itu, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan mengadakan Pertemuan BKSN I pada Rabu, 9 September 2026, pukul 18.30 WIB. Pertemuan bertempat di kediaman M.Th. Sri Wahyunani, Dusun Sidomulyo Brintikan RT 08, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Adapun tema Pertemuan Pertama BKSN 2026 adalah “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati.” Pertemuan dipandu oleh Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, dan diikuti oleh 10 umat, terdiri atas 5 bapak dan 5 ibu. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu pembuka “Aku Bahagia”, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan teks Kitab Suci dari Matius 5:1-12 tentang Sabda-Sabda Bahagia, yang dibacakan oleh Andreas Sudihartono.

Setelah pembacaan Kitab Suci, pemandu mengajak umat untuk mendalami pesan Injil dan menghubungkannya dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Dalam sesi sharing, M.Th. Sri Wahyunani menyampaikan bahwa sabda bahagia yang paling menyentuh baginya adalah, “Berbahagialah orang yang dicela dan dianiaya karena Aku.” Ia mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah mengalami hal tersebut secara langsung, sedangkan sabda bahagia yang dirasakannya paling sulit untuk dilakukan adalah “Berbahagialah orang yang suci hatinya,” karena setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Sementara itu, Cicilia Martiningrum membagikan pengalaman tentang kakaknya yang ketika meninggal dunia, sempat mengalami penolakan untuk dimakamkan di wilayah tempat tinggalnya karena beragama Katolik. Namun, setelah melalui musyawarah dengan perangkat daerah setempat, akhirnya jenazah diperbolehkan untuk dimakamkan di sana. Pengalaman lain disampaikan oleh FX Kristyanto Nugroho yang merasa tersentuh oleh sabda, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,” karena sabda tersebut mengingatkan manusia untuk menyadari keterbatasan diri dan senantiasa memohon tuntunan Tuhan.

Dari pendalaman dan sharing tersebut, umat semakin memahami bahwa Sabda-Sabda Bahagia menampilkan Yesus sebagai Guru yang penuh kuasa, karena Ia mengajarkan kebenaran dengan penuh wibawa, memberikan arah hidup yang baru, dan mengajak manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Sabda-Sabda Bahagia juga memiliki makna yang mendalam dan bersifat rohani karena menempatkan kondisi hati, iman, serta relasi manusia dengan Allah sebagai sumber kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang diajarkan Yesus tidak semata-mata bergantung pada keadaan hidup yang menyenangkan, tetapi tetap dapat ditemukan dalam kesetiaan kepada Allah, bahkan ketika manusia menghadapi kesulitan, penderitaan, penolakan, maupun berbagai tantangan kehidupan. Sebagai umat Katolik, Sabda-Sabda Bahagia dipanggil untuk tidak hanya dipahami sebagai ajaran, tetapi juga diwujudkan secara nyata dengan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Setelah pendalaman Kitab Suci dan sharing dinilai cukup, pertemuan dilanjutkan dengan doa umat dan doa penutup. Seluruh umat kemudian menyanyikan lagu penutup “Alangkah Bahagianya” secara bersama-sama sebagai ungkapan syukur sekaligus penutup rangkaian kegiatan. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh keluarga tuan rumah. Pertemuan BKSN I ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mendalami Sabda Tuhan, tetapi juga menjadi sarana bagi umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan untuk saling berbagi pengalaman iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen untuk menjadikan ajaran Yesus sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *