Umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kembali berhimpun dalam sarasehan kedua Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2025, yang diselenggarakan pada hari Rabu, 10 September 2025 pukul 18.30 WIB, bertempat di kediaman keluarga Ignatius Sandiwan Dharmaputra di Dusun Sanan Brintikan RT 05, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Pertemuan iman ini dipandu dengan penuh ketulusan oleh Christiana Sumarsini, dan diikuti oleh sebelas umat yang hadir. Walau jumlah peserta tidak banyak karena sebagian pengurus lingkungan tengah mengikuti rapat pengurus Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur di Rumah Doa Bendungan Lingkungan Santo Andreas Bendungan, ditambah cuaca mendung usai hujan, namun suasana pertemuan tetap berlangsung hangat dan sarat makna.

Sarasehan kali ini mengangkat subtema “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang diambil dari Kitab Nabi Zakharia 7:1-14. Dalam pendalaman iman, Christiana Sumarsini mengajak umat untuk merenungkan butir-butir permenungan dari buku panduan, sehingga semakin disadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah tidak pernah terlepas dari kasih nyata kepada sesama. Dari sabda Tuhan kepada bangsa Israel, tersingkap dua pesan penting tentang puasa. Pertama, Allah menegur kekeliruan umat Israel yang menjadikan puasa sekadar rutinitas demi kepentingan diri, sementara mereka masih berlaku zalim dan menutup hati terhadap sesama, sikap yang akhirnya membuat Allah menyerahkan mereka ke tangan musuh. Kedua, Allah menegaskan puasa sejati yang dikehendaki-Nya, yaitu puasa yang berbuah keadilan, kasih, dan perhatian kepada mereka yang lemah: para janda, anak yatim, pendatang, dan orang miskin.

Dari sarasehan ini, umat diperkaya dengan kesadaran bahwa kasih Allah merangkul seluruh umat manusia, namun Ia memberi perhatian khusus kepada mereka yang miskin dan menderita, maka mengasihi Kristus berarti juga mengasihi saudara-saudara-Nya yang terluka dan terpinggirkan. Pertemuan yang penuh keheningan dan penghayatan ini berlangsung sekitar satu jam. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, umat disambut dengan hidangan sederhana berupa minuman dan makanan ringan yang telah disiapkan tuan rumah, menutup perjumpaan rohani dengan rasa syukur dan kebersamaan.

Catatan : Foto dikirim oleh FX. Kristyanto Nugroho dan Cicilia Ayuk Putri




