Memasuki minggu terakhir rangkaian Doa Rosario di Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, semangat umat untuk berdoa bersama justru semakin bertumbuh dan menguat. Suasana doa yang penuh kekhusyukan terasa di setiap rumah yang menjadi tempat pelaksanaan. Dimulai pada hari Senin, 27 Oktober 2025, Doa Rosario bertempat di kediaman Fransiska Marsiyam dan diikuti oleh 16 umat. Malam berikutnya, Selasa, 28 Oktober 2025, umat kembali berkumpul di rumah Yohanes Trilani Riyadi dengan jumlah peserta 13 umat. Rabu, 29 Oktober 2025, giliran rumah Maria Theresia Sri Wahyunani menjadi tempat pertemuan dengan partisipasi 24 umat, dan dilanjutkan pada Kamis, 30 Oktober 2025 di kediaman Thomas Sunar Martanto yang dihadiri 21 umat penuh sukacita dan kebersamaan dalam doa.

Puncak dan penutupan rangkaian Doa Rosario dilaksanakan di pendopo Griya Ledok Asri milik Valentina Prapti Harjanti, di mana 24 umat hadir bersama dalam suasana teduh dan penuh syukur. Doa Rosario penutup ini menjadi momen indah yang meneguhkan iman umat akan penyertaan Bunda Maria yang senantiasa mendampingi setiap langkah kehidupan mereka.
Selama Bulan Rosario ini, tercatat ada tiga umat yang menunjukkan ketekunan dan kesetiaan luar biasa, hadir tanpa pernah absen dalam setiap kesempatan berdoa bersama. Mereka adalah Bernadeta Apik Dwiyati, Yohanes Trilani Riyadi, dan ananda Maria Kinandra Gea Rosari. Ketiganya menerima tanda kasih berupa “hadiah” dari sponsor yang diserahkan secara langsung oleh Ketua Lingkungan, FX. Kristyanto Nugroho, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan komitmen dalam mendalami iman.
Sementara itu, Bendahara Lingkungan, Theresia Ildayati melaporkan selama Bulan Rosario ini jumlah kolekte terkumpul Rp. 2.358.000,- (dua juta tiga ratus lima puluh delapan ribu rupiah) yang akan dipergunakan ziarah tahun depan.

Penutupan Doa Rosario ini menjadi wujud nyata bagaimana doa bersama mampu mempersatukan umat dalam kasih Tuhan. Semangat kebersamaan, kesetiaan dalam doa, dan sukacita iman yang tumbuh di tengah umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kiranya menjadi berkat yang terus hidup dan berkembang di bulan-bulan mendatang, bukan hanya selama Bulan Rosario, tetapi juga dalam keseharian hidup sebagai umat beriman yang senantiasa berpegang pada kasih Kristus dan perlindungan Bunda Maria.

Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo




