Pertemuan pertama Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Semarang (KAS) 2026 – Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Februri 2026 pukul 19.00 – 20.30 WIB bertempat di kediaman Cerelius Etno Triharjanto (Etno) dan Christine Tuti Setyorini (Tuti), yang terletak di Jabung RT 005/RW 002 Kalitirto Berbah Sleman. Pertemuan pertama APP dihadiri sebanyak 24 orang yang terdiri dari lima anak- anak, dua OMK, dan 17 orang tua.
Pertemuan pertama APP KAS 2026 dipandu oleh Yakobus Hery Suryanto (Hery). Sebelum pertemuan pertama APP KAS 2026 dimulai, prakata singkat mengenai tema dan sub tema pertemuan pertama sampai kelima APP KAS 2026 serta pembagian tugas pemandu pertemuan APP KAS 2026. Pertemuan pertama APP KAS 2026 diawali penyampaian tema dan tujuan pertemuan, dilanjutkan nyanyian pembuka dari Puji Syukur Nomor 481 “Hanya Debulah Aku”, tanda Salib dan salam, pengantar, seruan tobat, dan doa pembuka. Dalam bacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 14 : 25 – 35, ayat ganjil dibacakan laki – laki dan ayat genap dibacakan perempuan, selanjutnya permainan kecil dimana pemandu bertanya kepada seluruh umat yang hadir mengenai dua pernyataan : saya merasa diri miskin dan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, saya merasa butuh dibantu. Permainan ini memberikan arti luas bagi kita semua bahwa seluruh umat menyetujui.

Pendalaman materi terkait pandemi Covid-19 tahun 2020 yang lalu, Gereja Keuskupan Agung Semarang memperbarui data umat secara online dengan sistem Ecclesia. Sistem ini tidak ahnya berupa pendataan saja tapi juga ada barcode yang digunakan untuk mengikuti Perayaan Ekaristi karena adanya batasan aturan kegiatan oleh Pemerintah. Dalam ilustrasi dikisahkan pandemi Covid-19 banyak berbagai bantuan sosial yang diberikan kepada pihak-pihak yang terdampak, namun sering tidak tepat sasaran dikarenakan tidak tersedianya sasaran kegiatan yang transparan dan akurat).
Dalam sesi pertanyaan/panduan diskusi, Yustinus Ade Stirman (Yus) menyampaikan bahwa dia tidak termasuk golongan orang/keluarga yang menerima bansos, kondisi sekitar sering ditemukan pemberian bansos tidak tepat sasaran dikarenakan penerima bansos tersebut didata oleh pihak terkait yang merupakan lingkup keluarga sehingga banyak orang yang mampu menerima bansos dan tidak merasa malu, sehingga perlu adanya memperbarui data-data agar penerimaan bansos tepat sasaran).

Setelah sharing dilanjutkan doa umat, Bapa Kami, doa penutup, berkat penutup, dan nyanyian penutup dari Puji Syukur nomor 483 “O Yesus,Putra Bapa”.
Setelah pertemuan pertama APP KAS 2026 selesai dilanjutkan ramah tamah tamah dan pengumuman serta informasi kegiatan akan datang di Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah, Gereja Santo Yusuf Berbah maupun Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Semoga melalui pertemuan pertama APP KAS 2026 hari ini mengajarkan kita dengan membuat kategori yang tepat sasaran dan melihat potensi yang ada pada aplikasi Ecclesia mengenai data umat pra sejatera dengan sejahtera bisa memberikan gambaran untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik kepada umat yang pra sejahtera melalui dana APP (hasil pantang/puasa) yang disalurkan kepada yang membutuhkan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Nova Ardianti



