Pertemuan rutin Lingkungan Santa Bernadetta Temanggal I kali ini dilaksanakan di kediaman Irwan Fembriarto dengan pemandu Stefani Diesta. Sembilan belas umat dengan tekun dan setia hadir dalam pertemuan yang menjadi sarana kebersamaan iman di tengah kehidupan sehari-hari. Perjumpaan yang rutin diadakan setiap hari Kamis ini menjadi ungkapan syukur atas kasih Allah yang terus menyertai umat-Nya, sekaligus menjadi momen untuk saling menguatkan dalam persaudaraan serta memperdalam iman akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan.

Renungan pada pertemuan hari Kamis, 12 Februari 2026, diangkat dari Injil Markus 7:24–30 yang mengisahkan tentang seorang perempuan Siro-Fenisia yang datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya yang kerasukan roh jahat. Kisah ini menggambarkan iman yang gigih dan kerendahan hati yang mendalam. Perempuan tersebut tidak tersinggung oleh jawaban Yesus, melainkan tetap percaya bahwa belas kasih-Nya melampaui batas bangsa dan agama. Melalui sikapnya, ia menunjukkan bahwa iman sejati tidak ditentukan oleh asal-usul atau tradisi semata, melainkan lahir dari hati yang sungguh percaya kepada Tuhan.

Dalam renungannya, pemandu mengajak umat untuk meneladani keteguhan iman dan kerendahan hati perempuan tersebut. Umat diingatkan bahwa kasih Allah tidak terbatas pada satu kelompok atau bangsa saja. Yesus sendiri menunjukkan bahwa rahmat dan belas kasih-Nya terbuka bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, umat diajak untuk memiliki hati yang inklusif, tidak membatasi kasih hanya kepada orang-orang tertentu, tetapi berani membagikan kasih dan kepedulian kepada siapa saja yang membutuhkan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



