
Pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2025 pukul tujuh malam umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir mendapat giliran berdoa Rosario di Gereja Santo Yusup Berbah. Diikuti oleh enam belas (16) umat, termasuk 3 orang anak-anak. Lambert Tallulembang memimpin ibadat dan mengawalinya dengan doa pembuka dan mengajak umat untuk meneliti batin dengan berdoa Saya Mengaku. Rangkaian pendarasan doa Rosario dipandu oleh anak Felicia Ave Kusnandar. Umat mendaraskan peristiwa sedih dengan ujud yang lebih terarah.

Bulan Oktober dikenal sebagai bulan khusus untuk memperdalam praktik doa Rosario dengan mendaraskan Salam Maria secara berulang. Melalui doa Rosario, umat tidak hanya berdoa, tetapi juga merenungkan misteri kehidupan Yesus dan Maria. Setiap dekade doa membuka ruang kontemplasi dan refleksi yang menyentuh aspek batin. Di dalamnya, umat juga menyisipkan doa pribadi sesuai kebutuhan hidup masing-masing. Doa osario ini menjadi cara konkret yang membawa harapan, syukur, dan pergumulan ke hadapan Tuhan. Dengan demikian, Rosario bukan hanya sekadar tradisi melainkan wujud iman yang hidup dan relevan.

Mengakhiri rangkaian ibadat dan doa Rosario di Gereja Santo Yusup Berbah, tepatnya di depan Gua Maria, Theovillus Suwarto mengajak umat LGAK mengidungkan lagu Peziarah Pengharapan dengan penuh penghayatan. Umat pun segera menata kembali kursi dan setelah segalanya rapi beranjak meninggalkan gereja dengan hati gembira untuk pulang mewartakan sukacita.




