
Hujan deras diiringi angin dan petir mengguyur wilayah Berbah dan sekitarnya sejak sore pada hari Senin, 20 Oktober 2025. Menjelang pukul tujuh malam, hujan juga belum mereda. Kondisi ini tidak menyurutkan tujuh belas (17) umat, termasuk dua orang anak, untuk hadir dalam ibadat dan doa Rosario pada hari ke duapuluh di rumah RY Sujadi.

Prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo memulai rangkaian persekutuan dengan ibadat pembuka, setelah diawali dengan lagu pembuka dari Madah Bakti nomor 542 yang dipandu oleh Theovilus Suwarto. Setelah penelitian batin agar kita layak menghadap Tuhan, dilanjutkan dengan berdoa Rosario. Theresia Dwi Haryani memandu umat dalam mendaraskan Rosario, ditemani oleh anak-anak membacakan kutipan Injil dalam setiap peristiwa secara bergantian. Doa rosario sebagai bentuk devosi ini telah mengakar sejak berabad-abad silam. Maka wajar jika umat Katolik menganggap doa ini sebagai doa tradisi umat Katolik. Dalam tradisi doa ini, umat diajak merenungkan peristiwa-peristiwa iman sambil mengucap doa Salam Maria secara berulang. Doa yang diucapkan secara berulang ini membantu umat untuk makin fokus dalam suasana doa.

Menutup rangkaian ibadat dan doa Rosario, RY. Sujadi selaku tuan rumah mengungkapkan kegembiraan hatinya, meskipun hujan umat tetap semangat bersekutu di dalam doa di rumahnya. Mengingat hujan gerimis masih mewarnai malam, tuan rumah pun mempersilakan umat untuk pulang agar dapat segera beristirahat dalam kehangatan keluarga diiringi doa, dengan berdoa Rosario bersama, kita masing-masing makin dikuatkan dalam iman.




