0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Memupuk Semangat Kepedulian dengan Anjangsana Kasih

Dalam kehidupan sehari-hari, anjangsana merupakan tradisi masyarakat yang mempunyai manfaat besar dalam mempererat hubungan kekeluargaan. Kegiatan anjangsana juga dapat menambah keakraban dan merupakan sarana mencari dan memberi informasi. Anjangsana antarumat di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir merupakan tradisi baik yang sudah berjalan selama bertahun-tahun dan terus dipelihara umat untuk menumbuhkan semangat kepedulian, memupuk semangat kekeluargaan, dan mempererat tali persaudaraan di antara umat lingkungan.

Pada hari Selasa Pon tanggal 28 Oktober 2025, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, umat lingkungan mengadakan kegiatan anjangsana ke rumah keluarga Maria Magdalena Supraptiwi. Secara khusus umat lingkungan akan mengunjungi Antonius Triyatno, suami Tiwi, yang beberapa waktu lalu dirawat di rumah sakit karena jatuh ketika akan ke kamar mandi akibat serangan stroke. Sebelum pukul 18.00 WIB atau pukul 6 sore, umat sudah berada di rumah Yokebeth Siti Sriyanti yang disepakati sebagai titik kumpul. Setelah Sembilan (19) umat berkumpul dan menyepakati wujud kasih bagi yang sakit, kemudian bersama-sama mengayunkan langkah menuju ke rumah umat yang akan dikunjungi, yang hanya berjarak dua ratus meteran.

Keluarga sudah menunggu umat lingkungan yang akan datang berkunjung setelah mengetahui rencana anjangsana ini dari grup WA lingkungan. Tersirat keletihan pada raut muka Tiwi, yang harus berjaga tiap malam untuk merawat dan mendampingi suami. Namun, lelah fisik yang dialami tidak menyurutkan semangat dan kesetiaannya untuk tetap merawat dan mendampingi suami yang kondisinya belum memungkinkan untuk melakukan segala aktivitas pribadi secara mandiri. Setelah berbincang sejenak, mendengarkan kronologi sakit dan pengobatan yang dijalani Antonius Triyatno, selaku ketua LGAK RB Maryanto mengajak umat menyatukan hati di dalam doa. Doa yang dilambungkan oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo untuk memohon kekuatan agar dapat melewati semua prosesnya secara sabar, ikhlas, dan tetap di dalam iman. Anjangsana tidak berlangsung lama mengingat pada pukul tujuh malam umat lingkungan masih akan melanjutkan kegiatan lingkungan, yaitu ibadat dan doa Rosario di hari yang ke duapuluh delapan.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *