Rintik hujan turun sejak siang menjelang sore hingga malam. Ketika waktu menunjuk pukul tujuh malam, hujan belum menampakkan tanda-tanda akan reda. Hal ini tidak menyurutkan delapan belas (18) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir untuk bersekutu di dalam ibadat dan doa Rosario pada hari Selasa, 28 Oktober 2025. Rosario hari ke-28 dilaksanakan di rumah Agnes Sumarwi. Selain selalu ada kerinduan untuk berdoa bersama, 15 janji Bunda Maria kepada umat-Nya yang berdoa Rosario bersama juga menjadi motivasi umat lingkungan untuk berusaha hadir dalam persekutuan.

Apakah lima belas (15) janji Bunda Maria kepada umat-Nya yang berdoa Rosario itu nyata? Serupa dengan tradisi peran Dominikus dalam asal mula Rosario sebagai dokumentasi paling awal tentang lima belas (15) janji Bunda Maria muncul pada abad ke-15, ketika dipopulerkan oleh Alanus de Rupe. Lima belas (15) janji tersebut dianggap sebagai wahyu pribadi, dan kita sebagai umat Katolik memiliki kebebasan, apakah menerima atau menolaknya. Namun, umat LGAK sepakat dan mengamini lima belas (15) janji Bunda Maria melalui ketiga gembala yang mendapat anugerah istimewa karena Bunda Maria berkenan menjumpai mereka. Hal ini dibuktikan dengan semangat dan kesetiaan umat untuk tetap hadir dalam setiap ibadat dan doa Rosario yang dilaksanakan setiap malam sejak awal bulan Oktober, tidak terpengaruh dengan cuaca dingin atau panas, pada saat hujan atau cuaca yang lain. Jika ada yang tidak datang, bukan karena tidak percaya dengan janji Bunda Maria, tetapi karena kondisi badan yang tidak memungkinkan, karena ada acara bersamaan yang tidak dapat ditinggalkan, atau karena alasan lain yang memang sudah direncanakan.

Setelah rangkaian ibadat dan doa Rosario selesai, ketua lingkungan mengajak umat membahas rencana penutupan bulan Rosario. Umat yang hadir sepakat untuk menutup rangkaian bulan Rosario besok pada hari Jumat, 31 Oktober 2025 pada jam tujuh (7) malam. Selanjutnya umat pamit pulang ke rumah masing-masing membawa sukacita dan kedamaian di hati.




