0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi

Judul tulisan ini merupakan tema Pertemuan Adven kedua tahun 2025. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar umat berani mengambil langkah pertama dalam mewujudkan peradaban kasih di tengah masyarakat. Kalimat pertama dalam paragraf pembuka ini mengutip apa yang tertulis dalam buku Panduan Adven Lingkungan tahun 2025. Tema yang selalu pas dan kontekstual dengan dinamika iman yang berkembang dalam setiap pribadi umat Katolik di mana pun.

Untuk membahas tema Adven Kedua, umat Lingkungan Gregorius Agung Kalijair mengadakan pertemuan di rumah Theresia Yuliastutie di Kaliajir Kidul. Dihadiri oleh dua belas (12) umat, yang mengingatkan kita pada jumlah rasul Yesus. Jumlah yang tidak seperti biasa tetapi terasa istimewa, mengingat bersamaan waktunya dengan ulangan akhir semester sehingga banyak umat yang berhalangan hadir karena harus menemani putra-putri mereka dalam belajar. Hal ini tidak mengurangi kualitas pertemuan, apalagi dipimpin oleh Fabianus Dimas Ariyanto, katekis senior lingkungan, yang dapat memaknai adven pertama dengan penjelasan sederhana yang dapat dipahami umat yang hadir. Pada kesempatan ini umat lingkungan diingatkan bahwa Gereja yang sejati adalah kita, umat yang beriman, yang dipanggil untuk berjalan bersama-sama dalam satu perjalanan iman akan Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Tema ini mengajak umat kita umat Katolik untuk merenungkan bagaimana kita, sebagai tubuh Kristus bisa saling mendukung, menginspirasi, dan menjadi teladan serta inspirasi bagi lingkungan di sekitar kita. Bagaimana caranya? Dengan berjalan bersama untuk mempererat tali persaudaraan yang saling mendukung dan saling menguatkan dalam segala situasi. Selanjutnya bersama-sama memancarkan terang Kristus kepada saudara kita yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Sebelum pukul delapan malam rangkaian pertemuan diakhiri dengan doa penutup, dilanjutkan dengan melantunkan lagu Angkatlah Kepalamu. Lagu ini dipilih untuk memantapkan suara sebagai persiapan dalam tugas pada misa hari Minggu sehingga nada dan iramanya dapat lebih selaras.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *