0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Allah yang Berbelas Kasih – Misa Memule 100hr dan 38 Tahun

Surat Paulus kepada umat di Korintus (2Kor. 5: 1) mengatakan, “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” Perikop ini menguatkan keluarga besar Theresia Mujilah yang seratus (100) hari yang lalu ditinggalkan oleh ibu mereka pulang ke rumah Bapa. Sekaligus juga untuk mengenang Bapak Bernadus Wagiman yang telah 38 tahun yang telah lalu menghadap Bapa. Ada rasa kehilangan yang menyelimuti anak cucu dan meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, dengan mencecap sabda-Nya melalui kutipan surat Santo Paulus semua rasa duka itu tergantikan dengan harapan akan janji Tuhan.

Untuk mengenang kembali kehadiran almarhum Bernadus Wagiman dan almarhumah Theresia Mujilah dalam kehidupan anak cucu, keluarga mengadakan Misa Memule. Momen istimewa memperingati 38th almarhum Bapak Bernadus Wagiman dan 100 hari almarhumah Ibu Theresia Mujilah berpulang. Misa memule dipersembahkan oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 19.30 WIB di Gereja Santo Yusup Berbah. Sepuluh menit sebelum dimulai, kelompok KMP mempersembahkan sebuah lagu berjudul Di Doa Ibuku Namaku Disebut untuk mengenang ketulusan dan cinta ibu kepada anak-anaknya yang selalu disertakan dalam setiap doa. Misa memule atau misa arwah atau misa requem adalah Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Kata memule berasal dari Bahasa Jawa yang berarti memulai atau tanda dimulainya sebuah acara peringatan bagi orang yang sudah meninggal. Umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir ambil bagian dalam perayaan ini bersama keluarga besar dan umat di Wilayah Santo Yusup Berbah. Tidak kurang dari seratus dua puluh (120) umat, baik umat LGAK maupun umat dari lingkungan lain di Wilayah Berbah dan di Paroki Marganingsih Kalasan hadir dalam Misa Memule ini, diiringi dengan lantunan kidung indah dari kelompok koor KMP. Dalam homilinya Romo Murdi menyampaikan, “Kematian itu misteri. Peristiwa kematian mudah diingat tetapi kita tidak tahu apa yang terjadi sesudah kematian. Namun, karena kasih Allah kepada kita yang percaya bahwa setelah kematian akan ada kehidupan kekal.”

Sebelum berkat penutup Robertus Bambang Yuswantoro mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam Misa Memule ini sehingga dapat berjalan lancar. Keluarga besar Theresia Mujilah mengakhiri rangkaian misa dengan foto bersama Romo Murdi. Sementara keluarga berfoto bersama, beberapa umat LGAK membantu keluarga membagikan goodybag kepada semua umat yang hadir. Kesempatan ini sekaligus merupakan kesempatan bagi keluarga untuk beramah tamah sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Suasana hangat dan akrab yang membuahkan sukacita bagi keluarga besar dan semua umat yang hadir memberikan dukungan doa bagi keluarga.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *