Dalam masa Adven, umat lingkungan Matius melakukan pertemuan sebagai salah satu persiapan hati menyambut kedatangan Yesus. Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Desember 2025 merupakan pertemuan Adven ketiga. Pertemuan tersebut diselenggarakan di rumah Emmanuel Wijoputro dengan pemandu Anthonia Divina. Sebelumnya, pertemuan pertama dilakukan di pendopo rumah Paulus Wahyudi dipandu Antonius Wakhid Nurcahyo dan pertemuan kedua dilakukan di rumah Nicolas Yulianto dipandu FX. Endy Subroto.

Pertemuan masa Adven ini dilakukan dengan berpedoman pada Panduan Adven Lingkungan 2025. Buku tersebut disusun oleh tim Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang dengan tema besar “Menantikan Kristus dalam Semangat Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” yang disusun untuk menghantar dan memperkenalkan Ardas IX. Sebagaimana disampaikan dalam buku panduan, terdapat tiga kunci yang menjadi penghayatan dan pergulatan selama lima tahun ke depan. Ketiganya yaitu bahagia, inspiratif, dan menyejahterakan. Ketiga kata kunci tersebut mewarnai isi permenungan dan katekese Adven 2025. Dalam tiga pertemuan tersebut, umat lingkungan Matius tidak sekadar membaca buku panduan yang telah dibagikan sebelumnya. Inspirasi iman dalam bentuk dinamika bersama dilakukan dengan penuh suka cita dan menunjukkan keterlibatan langsung seluruh umat lingkungan Matius yang hadir. Hal itulah yang membantu umat untuk makin memahami, menghayati, dan menemukan buah permenungan dalam kegiatan berpaguyuban penuh suasana kegembiraan.

Pada pertemuan pertama, umat lingkungan Matius menuliskan kebahagiaan kecil dalam dinamika Kotak Kenangan Bahagia. Melalui dinamika tersebut, umat lingkungan Matius membuat simpulan bersama bahwa ada banyak kebahagiaan kecil yang telah dirasakan. “Ternyata waktu bersama keluarga itu sangat menyenangkan. Saya makin menyadarinya ketika suami saya harus pindah kerja ke luar kota dan membuat kami jarang bertemu. Waktu yang sangat singkat untuk bertemu itu menjadi sangat berharga sekali,” kata salah satu umat dalam sharing di pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua, umat lingkungan Matius diajak mengisi kertas kosong dengan menggoreskan sesuatu di sana. “Awalnya (kertas) ini kosong dan membingungkan saat umat lain membuat coretan. Apa yang harus saya buat agar menjadi gambar yang jelas? Namun, akhirnya, ketika kami semua selesai menambahkan coretan, gambar yang terbentuk menunjukkan kebersamaan dan Allah yang hadir. Kehadiran Allah ini menginspirasi kami berdinamika bersama,” ungkap salah satu umat usai menyelesaikan dinamika. Pada pertemuan ketiga yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut, umat lingkungan Matius menyusun puzzle yang disediakan. “Kami menebak-nebak gambar dan bekerja sama menentukan posisi potongan puzzle untuk membentuk gambar yang utuh. Ini menyenangkan dan semakin menyenangkan saat melihat gambar di akhir yang penuh senyum dan kebahagiaan,” ujar salah satu umat setelah berdinamika. Pertemuan Adven ketiga yang dihadiri oleh 50 umat tersebut berakhir pada pukul 19.45 WIB.

Pertemuan yang dilengkapi dengan dinamika bersama, refleksi iman, penghayatan dan komitmen dan diteguhkan dengan bacaan kitab suci menjadikan pertemuan lingkungan di masa Adven ini menjadi lebih hidup. Umat yang hadir terlibat dan dapat mengambil makna untuk kemudian diajak bersama-sama merenungkan materi yang telah disediakan. Tidak hanya sekadar menjadi kegiatan rutin, pertemuan di masa Adven ini pun membawa suka cita dan pemahaman bersama mewujudkan komunitas yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Catatan: Tulisan dan foto oleh Katarina Retno Triwidayati.



