Kamis, 1 Januari 2026 menjadi hari yang penuh sukacita bagi ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus Karanglo. Di awal tahun yang baru, 73 (tujuh puluh tigas) umat hadir merayakan Natal dan Tahun Baru secara bersama-sama, sekaligus melepas rindu dalam temu kangen dengan ibu-ibu Lingkungan Santo Petrus Karanglo yang penuh kehangatan. Pertemuan istimewa ini telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu dan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kedua lingkungan kembali berkumpul setelah enam tahun terpisah menjadi dua lingkungan. Bertempat di kediaman keluarga Theresia Mardiyanti, suasana pertemuan tampak semarak. Para ibu hadir dengan penuh antusias mengenakan busana bernuansa Natal—merah dan hijau—yang makin menghidupkan suasana. Sebanyak 73 umat hadir, masing-masing membawa kado silang berupa sembako sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembayaran iuran dan arisan dari masing-masing lingkungan. Pembukaan acara disampaikan oleh Veronika dari Lingkungan Santo Stefanus dan Nana dari Lingkungan Santo Petrus. Salam pembuka yang disampaikan dengan semangat dan penuh kehangatan langsung mencairkan suasana dan mengundang antusiasme seluruh peserta. Renungan dibawakan oleh Margaretha Anastasya yang mengajak para ibu untuk menyadari keistimewaan hari tersebut. Tanggal 1 Januari tidak hanya diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia, tetapi juga sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dalam tradisi Gereja Katolik. Dalam renungannya, Rita mengutip homili romo yang menegaskan bahwa berkat Allah bagi para ibu sungguh luar biasa. Para ibu adalah pribadi-pribadi tangguh yang senantiasa berjuang melindungi dan membahagiakan keluarga. Melalui teladan Maria Bunda Allah, para ibu diajak untuk terus menghadirkan kebaikan dan sukacita, sekecil apa pun, dalam kehidupan sehari-hari. Renungan tersebut ditanggapi dengan penuh semangat melalui lagu Himne Santa Maria yang dipandu oleh Rita, dilanjutkan dengan lagu Natal Gita Surya Bergema yang makin menghangatkan suasana.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian informasi wilayah oleh Sumiyati selaku Ketua Lingkungan Santo Stefanus. Beliau kembali mengulas tema Natal 2025, yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, serta mengajak para ibu untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan dan pertemuan wilayah. Lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan menjadi selingan yang menguatkan pesan kebersamaan dan pelayanan. Momen temu kangen makin terasa saat para ibu-ibu bermain bersama, saling bertukar kado, bernyanyi, dan berbagi cerita. Tawa riang dan keakraban mewarnai setiap sudut kebersamaan, menciptakan suasana hangat yang penuh kekeluargaan. Kebersamaan dilanjutkan dengan makan bersama. Hidangan sederhana seperti sego gudangan, bakmi, areh telur, tahu, dan lempeng tersaji sebagai simbol kebersamaan yang tulus dan penuh rasa syukur. Acara ditutup dengan saling bersalaman dan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Pertemuan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan, kasih, dan sukacita akan selalu menjadi kekuatan utama dalam kehidupan berlingkungan.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Wahyuningsih



