Keluarga Saraswati memiliki ujub khusus untuk mendoakan mendiang suami tercinta yang telah lima tahun lalu dipanggil Tuhan, sekaligus mendoakan adik dan keponakan yang juga telah berpulang. Misa kudus dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026 diikuti sekitar 55 umat dan dipimpin oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh pengharapan akan rahmat dan penghiburan dari Tuhan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bacaan Kitab Suci diambil dari bacaan harian Kamis, yakni Bacaan Pertama dari 1 Samuel 4:1–11 dan Injil dari Markus 1:40–45 tentang Yesus yang menyembuhkan seorang sakit kusta. Dalam homilinya, Romo menegaskan bahwa hidup dan mati manusia berada dalam penyelenggaraan Tuhan, dan tidak seorang pun mengetahui kapan saatnya dipanggil kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, umat diajak untuk memanfaatkan waktu hidup dengan memperbanyak perbuatan baik, menumbuhkan kasih, serta setia dalam iman dan pengharapan.

Perayaan Ekaristi dimulai pukul 18.00 WIB dengan doa Malaikat Tuhan dan berakhir sekitar pukul 18.45 WIB. Kolekte pada misa ini diperuntukkan bagi seminari sebagai bentuk dukungan terhadap panggilan imamat. Setelah misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang semakin mempererat kebersamaan umat dalam suasana penuh syukur dan kekeluargaan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Marcus Wisnuhandoko



