Komsos-GMMK. Pada hari Minggu, 25 Januari 2026 diselenggarakan kegiatan donor darah yang bertempat di ruang kelas SMP Kanisius Pancapana. Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari umat paroki Marganingsih Kalasan terbukti dengan banyaknya umat yang secara sukarela mau menjadi pendonor. Kegiatan ini dilaksanakan oleh timpel Kesehatan Bidang Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang diseleggarakan setiap 3 bulan sekali.

Menurut penurutan Modesta, salah satu panitia donor darah, tujuan dari kegiatan donor darah ini adalah untuk membantu masyarakat yang membutuh darah dengan menjalin kerjasama dengan PMI Kodyamadya Yogyakarta.
“Harapannya, kami bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah dan kami, khususnya timpel kesehatan, bisa terlibat dalam proses ini,”ujar Modesta di sela-sela melayani pendonor.

Modesta juga menjelaskan bahwa rata-rata umat yang mau menjadi pendonor sebanyak 50 orang setiap kali diadakan kegiatan donor darah. Jumlah ini sudah menjadi angka yang bagus, meskipun bersifat bersifat fluktuatif karena tergantung pada kondisi pada saat pelaksanaan donor darah.
“Beberapa waktu yang lalu angka pendonor menurun karena kegiatan ini berbarengan dengan kegiatan gereja yang lain,” jelas Modesta.
Sementara itu ditemui Komsos-GMMK, salah satu petugas dari PMI Kodya Yogyakarta bernama Aruldiansyah tidak bisa menyebunyikan rasa senangnya ketika bisa secara rutin menjalin kerja sama dengan Paroki Maria Marganingsih Kalasan dalam kegiatan donor darah.

“Kegiatan ini sudah berjalan rutin setiap 3 bulan sekali dan berjalan baik dan kami sangat mengapresiasi panitia dari paroki Kalasan karena kegiatan ini bisa membantu menjaga stock darah di PMI Kodya Yogyakarta. Antuasiasme dari umat Kalasan juga bagus dengan data kondisi kesehatan yang bagus juga. Harapan kami, kerjasama seperti ini akan terus berjalan baik pada masa-masa mendatang,’ ujar Arul sambil tersenyum.

Begitulah gereja berperan dalam bidang kemanusian dengan kegiatan yang nampak sederhana namun mempunyai dampak besar dalam bidang kemanusian karena konon setetes darah akan bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Di sinilah gereja hadir secara nyata, berbagi darah dan sekaligus berbagi harapan akan kehidupan.




